1-Naphthyl Isocyanate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku yang sangat penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang unik, dengan gugus isosianat yang sangat reaktif, sehingga memungkinkan reaksi substitusi dan adisi dengan berbagai senyawa lain.
1-Naphthyl Isocyanate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap air dan kelembapan. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini sering dipilih dalam reaksi kimia yang memerlukan kecepat dan presisi tinggi. Ketersediaan dalam bentuk cair dan kemudahan dalam pemrosesan menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 1-Naphthyl Isocyanate digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks dan pengembangan bahan baru. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan tinggi sebagai bahan pembelajaran untuk memahami reaksi kimia dan mekanisme reaksi. Karena kegunaannya yang luas, senyawa ini menjadi bagian penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi adisi untuk pembuatan senyawa dengan struktur kompleks
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas gugus isosianat dalam lingkungan tertentu
- Pembuatan bahan kimia industri seperti polimer dan bahan pelapis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 86-84-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cair |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari kelembapan dan paparan udara |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, dan ditempatkan di area kering serta sejuk. Dalam penggunaan, perlu memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Karena sifat reaktifnya, bahan ini harus dihindari dari paparan air dan bahan kimia lain yang tidak kompatibel. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kebocoran atau kontaminasi.
- Lee (1992). Oxidative conversion by rat liver microsomes of 2-naphthyl isothiocyanate to 2-naphthyl isocyanate, a genotoxicant. Chemical Research in Toxicology doi:10.1021/tx00030a010
- Kudratov (2023). SYNTHESIS OF UREA DERIVATIVES BASED ON SUBSTITUTED 2-AMINOTHIAZOLES AND 1-NAPHTHYL ISOCYANATE. Universum:Chemistry & biology doi:10.32743/unichem.2023.103.1.14827
- Tamura dkk. (1990). Characterization and genotoxicity of DNA adducts caused by 2-naphthyl isocyanate. Carcinogenesis doi:10.1093/carcin/11.11.2009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
