Isophthalic Acid (121-91-5) adalah senyawa kimia organik yang sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur asam karboksilat dengan dua gugus karboksilat yang terletak pada posisi meta pada cincin benzena. Dalam laboratorium, Isophthalic Acid digunakan sebagai bahan pembentuk atau reaktan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa polimer dan senyawa heterosiklik. Bahan ini juga sering digunakan dalam industri farmasi dan kimia untuk produksi obat-obatan dan bahan baku industri.
Isophthalic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi. Bahan ini larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, namun tidak larut dalam air. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Isophthalic Acid cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan kondisi stabil dan tidak terganggu. Sifat kimia dan fisiknya yang jelas membuat bahan ini dipilih untuk berbagai eksperimen laboratorium yang membutuhkan presisi dan konsistensi.
Di laboratorium Indonesia, Isophthalic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan farmasi. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen sintesis senyawa kompleks, pengembangan bahan baru, dan uji kelayakan bahan baku. Karena keberadaannya yang stabil dan aplikasi yang luas, Isophthalic Acid menjadi salah satu bahan penting dalam penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa polimer untuk pengembangan bahan komposit
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Uji kelayakan bahan baku dalam industri farmasi
- Pembuatan senyawa heterosiklik untuk penelitian obat
- Eksperimen kimia untuk studi reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 121-91-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Isophthalic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Tempat penyimpanannya sebaiknya berada di area yang sejuk dan kering untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung untuk mengurangi risiko paparan.
- Li dkk. (2004). Solid−Liquid Equilibria for Benzoic Acid + p-Toluic Acid + Chloroform, Benzoic Acid + p-Toluic Acid + Acetic Acid, and Terephthalic Acid + Isophthalic Acid + N,N-Dimethylformamide. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je049801y
- (1996). Eastman enters isophthalic acid business. Reinforced Plastics doi:10.1016/s0034-3617(96)92365-6
- (2020). Synthesis of Liquid Crystal Mesogenes Derived From Isophthalic Acid and Terephthalic Acid. International Journal of Pharmaceutical Research doi:10.31838/ijpr/2020.sp1.123
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
