Isocytosine adalah senyawa pirimidin yang dikenal sebagai isomer dari sitosin, salah satu basa nukleat penyusun asam nukleat. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai molekul model dan blok pembangun untuk mempelajari perilaku basa nitrogen di luar konteks DNA maupun RNA alami. Kerangkanya menghadirkan kombinasi gugus amino dan karbonil pada cincin pirimidin, sehingga peneliti dapat menelusuri bagaimana penataan ulang posisi gugus fungsi mengubah pola pengenalan molekuler. Produk ini banyak dijumpai pada riset biokimia dasar, kimia medisinal, dan pengembangan analog nukleosida.
Karakteristik yang membuat isocytosine banyak dipilih adalah kemampuannya membentuk ikatan hidrogen dengan pola donor dan akseptor yang berbeda dari basa kanonik. Sifat ini menjadikannya bahan favorit dalam kimia supramolekul, perakitan mandiri molekul, dan rancangan pasangan basa non-alami. Bentuk fisiknya berupa padatan yang relatif mudah ditimbang dan ditangani pada skala miligram hingga gram, sehingga cocok untuk reaksi skala kecil. Kestabilan kerangka pirimidin juga memudahkan penyimpanan jangka menengah tanpa penanganan khusus yang rumit, selama terlindung dari kelembapan dan cahaya berlebih.
Bagi laboratorium di Indonesia, isocytosine umumnya digunakan pada penelitian pascasarjana dan laboratorium riset kimia organik serta bioteknologi di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Kemasan 5 g sangat sesuai untuk kebutuhan riset yang bersifat eksploratif, karena memberi cukup ruang untuk optimasi reaksi tanpa menyisakan bahan berlebih. Ketersediaan bahan dari merek TCI membantu menjaga konsistensi hasil antar batch penelitian yang berlangsung beberapa semester.
- Sintesis analog nukleobasa, karena kerangka pirimidinnya dapat dimodifikasi lebih lanjut untuk menghasilkan turunan baru yang diuji aktivitas biologisnya.
- Studi pasangan basa non-kanonik, sebab pola ikatan hidrogennya berbeda dari sitosin sehingga cocok menguji selektivitas pengenalan antar molekul.
- Riset kimia supramolekul, karena senyawa ini mampu menyusun rakitan molekul melalui ikatan hidrogen yang terarah dan dapat diprediksi polanya.
- Bahan awal kimia medisinal, mengingat inti pirimidin merupakan gugus farmakofor yang sering muncul pada rancangan kandidat senyawa aktif.
- Bahan acuan pembelajaran biokimia lanjut, karena membantu mahasiswa memahami pengaruh posisi gugus fungsi terhadap sifat pengenalan basa nukleat.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 108-53-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produsen |
Simpan isocytosine dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Wadah kaca atau plastik kimia bertutup ulir dengan segel yang baik sangat dianjurkan agar bahan tidak menyerap uap air dari udara lembap. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau lemari asam, gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata. Hindari pembentukan debu saat memindahkan bahan, dan selalu tutup kembali wadah segera setelah digunakan. Ikuti lembar data keselamatan bahan dari produsen sebelum penanganan.
- Üngören dkk. (2021). The Motifs from Isocytosine and Fused Isocytosine with Quinazoline: Organocatalytic Cascade Reaction of β‐Ketoamides. ChemistrySelect doi:10.1002/slct.202100203
- Yan dkk. (1999). Theoretical studies of force fields and IR spectra of isocytosine. International Journal of Quantum Chemistry doi:10.1002/(sici)1097-461x(1999)72:1<53::aid-qua5>3.0.co;2-w
- (2022). Synthesis of Isocytosine Analogues via Palladium-Catalyzed Ring-Opening/Arylation/Cyclization Cascade. Synfacts doi:10.1055/s-0042-1753021
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
