Sinensetin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok fenilpropanoid, yang memiliki peran penting dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah. Bahan ini digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks atau sebagai reagen untuk analisis struktur molekuler. Dalam laboratorium, Sinensetin sering digunakan sebagai bahan pendukung untuk studi tentang senyawa alami yang memiliki aktivitas biologis.
Sinensetin memiliki struktur molekuler yang stabil dan kemurnian tinggi, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai proses kimia yang memerlukan presisi tinggi. Bahan ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik tertentu, yang memudahkan proses pemisahan dan isolasi dalam reaksi kimia. Karena sifat tersebut, Sinensetin menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan akurasi dan konsistensi.
Di laboratorium di Indonesia, Sinensetin digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang farmakologi, biokimia, dan kimia organik. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen yang bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam tanaman atau untuk pengembangan obat baru. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti Indonesia yang membutuhkan bahan ini untuk eksperimen mereka.
Brosur TCI (PDF)
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 12
- Penelitian farmakologis untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam tanaman obat
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang kimia organik
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi
- Uji aktivitas biologis senyawa alami dalam penelitian biomedis
- Pemisahan dan isolasi senyawa dalam proses ekstraksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2306-27-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Phenylpropanoids, Aromatic Polyketides |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
Sinensetin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak boleh terkena kelembapan berlebihan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin bersifat iritatif jika terkena kulit atau mata. Selalu pastikan wadah tertutup rapat setelah penggunaan untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan fisik.
- Kang dkk. (2012). Effects of Sinensetin on Lipid Metabolism in Mature 3T3‐L1 Adipocytes. Phytotherapy Research doi:10.1002/ptr.4683
- Goenka (2025). Effects of Sinensetin, Eupatilin, and Jaceosidin on Human Melanogenesis: A Pilot Study. Future Pharmacology doi:10.3390/futurepharmacol5010012
- Steinke dkk. (2013). Sinensetin. Chemie in unserer Zeit doi:10.1002/ciuz.201300627
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
