Dimethyl 2-Oxoglutarate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam reaksi kimia organik, terutama dalam pembentukan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa farmakologis, bahan baku kosmetik, atau bahan bantu dalam penelitian kimia.
Dengan sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, Dimethyl 2-Oxoglutarate menjadi pilihan yang ideal dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki daya reaksi yang baik dalam kondisi tertentu, seperti dalam reaksi substitusi atau reaksi adisi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, senyawa ini juga cocok untuk penyimpanan jangka panjang dan penggunaan berulang dalam berbagai eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan kimia makanan. Peneliti lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku dengan struktur tertentu. Dengan ketersediaan dan kualitas yang baik, senyawa ini menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian dan industri kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan bahan baku kosmetik dengan struktur kimia tertentu
- Penelitian dalam bidang kimia organik untuk pengembangan senyawa baru
- Eksperimen kimia makanan untuk pengujian bahan tambahan pangan
- Reaksi kimia dalam pembuatan senyawa heterosiklik untuk industri farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 13192-04-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Dimethyl 2-Oxoglutarate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan kimia seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, harus diperhatikan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap harus dihindari konsumsi atau inhalasi.
—

