omega-Laurinlactam, yang lebih dikenal dengan nama laurolaktam, adalah laktam bercincin dua belas anggota yang menjadi monomer kunci bagi pembuatan poliamida 12 atau nilon 12. Senyawa ini merupakan hasil siklisasi asam amino berantai panjang dan berperan sebagai bahan pembangun penting dalam kimia polimer. Di laboratorium, laurolaktam dipakai untuk mempelajari polimerisasi pembukaan cincin, untuk mensintesis poliamida dengan panjang rantai metilen tertentu, serta sebagai bahan acuan dalam analisis dan karakterisasi produk nilon berantai panjang.
Sifat yang membuat laurolaktam bernilai adalah panjangnya segmen metilen di antara gugus amida pada polimer yang dihasilkan. Semakin panjang segmen tersebut, semakin rendah kerapatan ikatan hidrogen sepanjang rantai, sehingga poliamida 12 menyerap air jauh lebih sedikit dan mempertahankan kestabilan dimensi serta kelenturan yang lebih baik daripada nilon berantai pendek. Bentuknya berupa padatan yang stabil pada suhu ruang dan mudah ditimbang, sedangkan cincin dua belas anggotanya cukup stabil sehingga polimerisasi biasanya memerlukan katalis atau aktivator yang sesuai.
Di laboratorium Indonesia, laurolaktam dimanfaatkan oleh kelompok riset polimer dan teknik material yang mengembangkan poliamida berkinerja tinggi untuk komponen otomotif, selang bahan bakar, dan bahan cetak tiga dimensi berbasis serbuk. Sifat penyerapan air yang rendah menjadi keunggulan nyata di iklim tropis yang lembap. Laboratorium kimia organik juga memakainya sebagai contoh nyata kimia makrosiklik dan reaksi pembukaan cincin dalam pengajaran maupun penelitian.
- Monomer polimerisasi pembukaan cincin untuk nilon 12, karena cincin laktam dua belas anggota terbuka dan menyambung menjadi rantai poliamida berantai panjang.
- Sintesis kopoliamida dengan sifat terancang, sebab pencampurannya bersama laktam lain memungkinkan peneliti mengatur titik leleh dan kelenturan produk akhir.
- Bahan baku riset material cetak tiga dimensi, mengingat poliamida 12 merupakan polimer serbuk yang umum digunakan pada proses sintering laser selektif.
- Model kajian kimia makrosiklik dan reaktivitas laktam, karena ukuran cincinnya memperlihatkan pengaruh ketegangan cincin terhadap kemudahan reaksi pembukaan.
- Standar pembanding analisis residu monomer pada produk poliamida, sebab pengendalian mutu memerlukan senyawa acuan untuk kuantifikasi sisa monomer yang tidak bereaksi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 947-04-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat |
Simpan padatan dalam wadah tertutup rapat di ruang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari kelembapan yang dapat menyebabkan penggumpalan maupun mengganggu reaksi polimerisasi yang sangat peka terhadap air. Penyimpanan bersama desikan atau di dalam lemari kering sangat dianjurkan, terutama untuk penggunaan sebagai monomer. Hindari kontak dengan asam kuat, basa kuat, serta oksidator. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, masker debu, dan pelindung mata saat menimbang, dan lakukan penakaran di area yang tidak berangin agar serbuk tidak berhamburan.
—
