Linoleoyl Chloride (TCI L0113) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari rantai karbon yang panjang dan gugus klorida, sehingga sangat relevan dalam reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ester. Sebagai salah satu bahan dasar (building block) dalam kimia organik, Linoleoyl Chloride sering digunakan untuk membangun senyawa kompleks dengan struktur yang lebih rumit.
Linoleoyl Chloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi seperti suhu tinggi atau kelembapan. Bahan ini juga memiliki titik didih yang tinggi dan kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan organik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi kimia yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas yang tepat.
Di laboratorium Indonesia, Linoleoyl Chloride digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi alat penting untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi industri atau medis. Karena kegunaannya yang luas, bahan ini sering diakses oleh peneliti dan mahasiswa yang sedang meneliti reaksi kimia yang kompleks.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 7
- Reaksi sintesis ester dalam pembuatan senyawa farmakologis
- Pembentukan senyawa polimer dalam penelitian material baru
- Reaksi substitusi pada rantai karbon untuk menghasilkan senyawa dengan struktur spesifik
- Pengembangan bahan aktif dalam bidang kosmetik dan farmasi
- Uji reaktivitas senyawa organik dalam analisis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7459-33-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Linoleoyl Chloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini sangat reaktif terhadap air dan udara, sehingga harus dihindari kontak langsung dengan lingkungan yang lembap. Pemakaian harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Selalu pastikan area kerja bersih dan bebas dari bahan kimia lain yang dapat bereaksi.
—

