Levofloxacin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang merupakan enansiomer aktif secara optis dari ofloksasin. Senyawa ini bekerja dengan menghambat enzim DNA girase dan topoisomerase IV pada bakteri, dua enzim yang berperan penting dalam proses pelilitan, replikasi, serta pemisahan DNA bakteri. Dengan terhambatnya enzim tersebut, sel bakteri gagal menyelesaikan replikasi materi genetiknya dan akhirnya mati. Di laboratorium, senyawa ini dimanfaatkan sebagai reagen dan zat pembanding untuk pengujian mikrobiologi, penelitian resistensi antimikroba, serta pengembangan dan validasi metode analisis pada bidang farmasi dan pengujian mutu.
Sifat yang menjadikannya sangat berguna adalah spektrum aktivitasnya yang luas, mencakup bakteri Gram positif maupun Gram negatif, sehingga sering ditempatkan sebagai pembanding acuan pada panel uji kepekaan. Sebagai satu enansiomer murni, levofloksasin memberikan hasil yang lebih mudah ditafsirkan dibandingkan campuran rasemat ketika peneliti menghubungkan struktur dengan aktivitas. Molekulnya memiliki gugus karboksilat dan nitrogen basa sehingga bersifat amfoter, yang berarti kelarutannya dipengaruhi pH larutan; pemahaman atas sifat ini penting saat menyiapkan larutan induk dan fase gerak kromatografi. Senyawa kuinolon juga dikenal peka terhadap cahaya sehingga perlindungan dari paparan sinar menjadi kebiasaan kerja yang baik.
Di Indonesia, bahan ini banyak dipakai laboratorium mikrobiologi klinik, laboratorium pengawasan mutu industri farmasi, laboratorium pengujian residu pada produk pangan asal hewan, serta kelompok riset universitas yang mengkaji pola resistensi antimikroba. Kemasan 5 g dan 25 g memberikan keleluasaan bagi laboratorium yang hanya memerlukan sejumlah kecil untuk kalibrasi berkala maupun bagi unit yang menjalankan pengujian rutin dengan volume lebih besar.
Brosur TCI (PDF)
- Immunology Research Reagents 2026-06-03 · hal. 10
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 5
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 6
- Zat pembanding pada uji kepekaan antimikroba, karena aktivitas spektrum luasnya membuat senyawa ini lazim dijadikan kontrol saat menentukan konsentrasi hambat minimum isolat bakteri.
- Baku pembanding analisis kromatografi, sebab laboratorium mutu farmasi memerlukan bahan dengan identitas terdefinisi untuk kalibrasi metode kromatografi cair kinerja tinggi maupun spektrometri massa.
- Penelitian mekanisme resistensi antimikroba, mengingat targetnya berupa DNA girase dan topoisomerase IV sehingga berguna menelusuri mutasi target serta mekanisme pompa efluks bakteri.
- Analisis residu antibiotik pada sampel pangan dan lingkungan, karena pemantauan fluorokuinolon menuntut baku pembanding yang andal untuk kuantifikasi pada kadar sangat rendah.
- Studi formulasi dan stabilitas sediaan farmasi, sebab perilaku kelarutan serta kepekaannya terhadap cahaya perlu dipetakan sebelum suatu formulasi dikembangkan lebih lanjut.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 100986-85-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5 g, 25 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk kristal |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, karena senyawa kuinolon umumnya peka terhadap paparan sinar. Tempatkan pada kondisi sejuk dan kering sesuai anjuran yang tertera pada label kemasan, serta hindari lokasi yang mengalami perubahan suhu ekstrem. Gunakan botol kaca gelap atau bungkus wadah dengan aluminium foil untuk larutan induk, beri label tanggal pembuatan, dan simpan dalam alikuot kecil agar tidak sering terpapar udara maupun cahaya. Timbang serbuk di dalam lemari asam atau ruang berventilasi baik sambil mengenakan sarung tangan, masker, dan pelindung mata untuk menghindari penghirupan debu antibiotik. Buang sisa bahan dan larutan melalui jalur limbah kimia atau biologis yang berlaku di laboratorium.
- LeDuc dkk. (1999). Eosinophilia Possibly Associated with Intravenous Levofloxacin. Journal of Pharmacy Technology doi:10.1177/875512259901500304
- J dkk. (2020). Efficacy and safety of levofloxacin in the outpatient treatment of exacerbation of chronic obstructive pulmonary disease: levofloxacin 750 mg vs. levofloxacin 500 mg. Health and Primary Care doi:10.15761/hpc.1000184
- Salam dkk. (2026). P-1331. Efficacy of Levofloxacin for Levofloxacin-Susceptible, Ciprofloxacin-Nonsusceptible Enterobacterales. Open Forum Infectious Diseases doi:10.1093/ofid/ofaf695.1519
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)







