Langsung ke informasi produk
1 dari 3

TCI

CAS 231277-92-2

Lapatinib TCI L0360

Lapatinib TCI L0360

Identitas Kimia

No. CAS
231277-92-2
PubChem
CID 208908·SID 468592164
Rumus molekul
C29H26ClFN4O4S
Berat molekul
581.1 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N-[3-chloro-4-[(3-fluorophenyl)methoxy]phenyl]-6-[5-[(2-methylsulfonylethylamino)methyl]furan-2-yl]quinazolin-4-amine
SMILES
CS(=O)(=O)CCNCC1=CC=C(O1)C2=CC3=C(C=C2)N=CN=C3NC4=CC(=C(C=C4)OCC5=CC(=CC=C5)F)Cl
InChIKey
BCFGMOOMADDAQU-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.704.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.704.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Lapatinib adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis untuk mempelajari mekanisme kerja obat-obatan tertentu. Sebagai reagen farmakologi, Lapatinib memiliki peran penting dalam eksperimen terkait penghambatan protein tyrosine kinase, terutama dalam penelitian kanker. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk menguji efektivitas obat dan memahami respons sel terhadap perawatan tertentu. Dalam konteks penelitian ilmiah, Lapatinib menjadi alat penting untuk mengembangkan terapi yang lebih efektif dan spesifik.

Lapatinib memiliki sifat kimia yang stabil dan memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi eksperimen. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang memungkinkan interaksi spesifik dengan target biologis, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian farmakologi. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik menjadikannya praktis untuk digunakan dalam berbagai metode analisis. Selain itu, Lapatinib memiliki sifat non-toxis dalam kondisi tertentu, sehingga meminimalkan risiko keracunan selama eksperimen.

Di laboratorium Indonesia, Lapatinib digunakan dalam penelitian kanker dan farmakologi untuk menguji efektivitas obat serta memahami mekanisme penyakit. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium riset yang fokus pada pengembangan terapi dan pengobatan baru. Karena keandalannya dan kegunaannya yang luas, Lapatinib menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.

  • Lapatinib digunakan untuk penelitian penghambatan protein tyrosine kinase dalam sel kanker, karena kemampuannya menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker.
  • Bahan ini cocok untuk eksperimen uji efektivitas obat karena memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai metode analisis.
  • Lapatinib sering digunakan dalam studi farmakodinamik untuk memahami mekanisme kerja obat terhadap target biologis tertentu.
  • Bahan ini digunakan dalam penelitian pengembangan terapi kanker yang lebih spesifik dan efektif.
  • Lapatinib menjadi alat penting dalam uji respons sel terhadap perawatan farmakologis di laboratorium penelitian.

Merek TCI
Nomor CAS 231277-92-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Pharmaceutical Research Reagents
Ukuran kemasan 250mg, 1g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung

Lapatinib harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Saat menangani Lapatinib, pastikan menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun dalam kondisi normal, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan berlebihan.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.