Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 330-55-2

Linuron TCI L0395

Linuron TCI L0395

Identitas Kimia

No. CAS
330-55-2
PubChem
CID 9502·SID 468592187
Rumus molekul
C9H10Cl2N2O2
Berat molekul
249.09 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-(3,4-dichlorophenyl)-1-methoxy-1-methylurea
SMILES
CN(C(=O)NC1=CC(=C(C=C1)Cl)Cl)OC
InChIKey
XKJMBINCVNINCA-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.809.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.809.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Linuron (CAS 330-55-2) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang nutrisi dan biologi sel. Bahan ini termasuk dalam kategori herbisida sintetis yang memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan tanaman. Dalam laboratorium, Linuron sering digunakan sebagai bahan kontrol untuk mengevaluasi efek bahan kimia terhadap metabolisme tanaman dan interaksi biologis. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan, Linuron menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan konsistensi hasil.

Linuron memiliki sifat kimia yang memungkinkan ia bertahan dalam kondisi lingkungan tertentu, sehingga cocok untuk eksperimen yang membutuhkan stabilitas bahan selama periode waktu tertentu. Bahan ini juga dapat larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penggunaan dan pemrosesan dalam laboratorium. Keberagaman aplikasi Linuron menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian ilmiah, terutama di bidang biologi sel dan nutrisi tanaman.

Di laboratorium Indonesia, Linuron digunakan dalam berbagai penelitian terkait pertanian dan lingkungan. Bahan ini sering dipakai untuk mengevaluasi dampak herbisida pada tanaman dan ekosistem. Peneliti lokal juga menggunakannya dalam studi tentang toleransi tanaman terhadap bahan kimia, yang sangat relevan dengan kebijakan pertanian nasional.

  • Penelitian tentang efek herbisida pada pertumbuhan tanaman
  • Evaluasi metabolisme tanaman terhadap bahan kimia sintetis
  • Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia dalam lingkungan
  • Studi interaksi antara bahan kimia dan sistem biologis
  • Analisis konsentrasi bahan kimia dalam sampel lingkungan

Merek TCI
Nomor CAS 330-55-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 250mg
Bentuk fisik Serbuk
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

Linuron harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau kaca. Dalam laboratorium, bahan ini harus dianggap sebagai bahan kimia berpotensi berbahaya, sehingga penggunaannya harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, Linuron sebaiknya tidak disimpan bersama bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif untuk mencegah risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.

  • Breugelmans dkk. (2007). Characterization of novel linuron-mineralizing bacterial consortia enriched from long-term linuron-treated agricultural soils. FEMS Microbiology Ecology doi:10.1111/j.1574-6941.2007.00391.x
  • Bers dkk. (2013). In situresponse of the linuron degradation potential to linuron application in an agricultural field. FEMS Microbiology Ecology doi:10.1111/1574-6941.12129
  • Ding dkk. (2017). Reproductive toxicity of linuron following gestational exposure in rats and underlying mechanisms. Toxicology Letters doi:10.1016/j.toxlet.2016.12.013

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.