Methacrylic Acid (stabilized with MEHQ), dengan nomor CAS 79-41-4, adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam bidang ilmu material dan kimia polimer. Bahan ini berperan penting sebagai monomer dasar dalam sintesis polimer seperti polimetil metakrilat (PMMA) yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan laboratorium. Dalam lingkungan laboratorium, methacrylic acid sering digunakan untuk memproduksi bahan-bahan polimer, pelapis, dan bahan komposit.
Karakteristik utama methacrylic acid adalah sifatnya yang reaktif dan kemampuannya untuk berpolimerisasi dengan berbagai jenis pengaktif. Stabilisasi dengan MEHQ (methyl ethyl glycol) membantu mencegah degradasi oksidatif, sehingga memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas bahan. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk laboratorium yang membutuhkan bahan kimia stabil dan berkualitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, methacrylic acid digunakan dalam penelitian dan pengembangan material, terutama dalam bidang teknologi polimer, kimia organik, dan industri manufaktur. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan pembuatan bahan-bahan seperti pelapis, bahan kemasan, dan komponen elektronik.
- Sintesis polimer metakrilat untuk produksi bahan komposit dan pelapis
- Pengembangan bahan pelindung dan pelapis untuk industri konstruksi
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas monomer dalam reaksi polimerisasi
- Pembuatan bahan baku untuk produksi bahan kemasan dan bahan plastik
- Uji kinerja dan stabilitas bahan kimia dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79-41-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Methacrylic acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan paparan cahaya langsung. Karena sifatnya yang reaktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Pastikan wadah tidak bocor dan jauhkan dari bahan kimia yang bersifat basa atau reduktor.
- Ruangchaithaweesuk dkk. (2021). Poly(methacrylic acid)‐Stabilized Silver Nanoclusters as Colorimetric Sensors for the Rapid and Sensitive Detection of Ascorbic Acid. ChemistrySelect doi:10.1002/slct.202004547
- Zelikin dkk. (2008). Disulfide-Stabilized Poly(methacrylic acid) Capsules: Formation, Cross-Linking, and Degradation Behavior. Chemistry of Materials doi:10.1021/cm703403p
- Cao dkk. (2026). Preparation of high internal phase Pickering emulsions stabilized by poly(stearyl methacrylate-co-methacrylic acid) self-assembly aggregates. Polymer doi:10.1016/j.polymer.2026.130403
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
