Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 75-75-2

Asam Metanasulfonat – Methanesulfonic Acid, CAS 75-75-2, TCI M0093

Asam Metanasulfonat – Methanesulfonic Acid, CAS 75-75-2, TCI M0093

Identitas Kimia

Nama lain
MsOH
No. CAS
75-75-2
PubChem
CID 6395·SID 87572203
Rumus molekul
CH4O3S
Berat molekul
96.11 g/mol
Kemurnian
>99.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methanesulfonic acid
SMILES
CS(=O)(=O)O
InChIKey
AFVFQIVMOAPDHO-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Rp 352.800,00 Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Methanesulfonic Acid (asam metanasulfonat, sering disingkat MSA) adalah asam sulfonat organik paling sederhana, dengan satu gugus metil yang terikat pada gugus sulfonat. Di laboratorium, MSA dikenal sebagai asam kuat yang serbaguna untuk katalisis reaksi organik, pembentukan garam, dan berbagai proses elektrokimia. TCI memasukkannya ke kategori pereaksi sintesis golongan asam dan basa, karena peran utamanya adalah menyediakan proton secara efektif dalam berbagai sistem reaksi.

MSA banyak dipilih karena merupakan asam kuat yang tidak bersifat oksidator, berbeda dengan asam sulfat pekat atau asam nitrat. Karena itu MSA cenderung memberi reaksi yang lebih bersih dengan lebih sedikit produk samping akibat oksidasi atau sulfonasi. Asam ini larut baik dalam air dan banyak pelarut organik polar, dan garam logamnya umumnya mudah larut. Sifat ini menjadikannya pilihan menarik dalam elektroplating. Karena bersifat higroskopis, kadar MSA perlu dijaga dengan penyimpanan yang baik.

Di Indonesia, MSA digunakan oleh laboratorium sintesis organik di universitas, unit R&D industri farmasi untuk pembuatan garam mesilat bahan aktif, laboratorium elektrokimia dan pelapisan logam, serta peneliti yang mengembangkan proses kimia yang lebih ramah lingkungan. Tersedia kemasan 25 g untuk percobaan awal, 100 g untuk kebutuhan rutin, dan 500 g untuk proyek sintesis yang lebih besar.

  • Katalis esterifikasi dan kondensasi: sebagai asam kuat non-oksidator, MSA mempercepat esterifikasi, asetalisasi, dan dehidrasi dengan produk samping lebih sedikit daripada asam sulfat pekat.
  • Pembentukan garam mesilat: industri farmasi memakai MSA untuk mengubah basa bahan aktif menjadi garam mesilat yang sering memiliki kelarutan dan stabilitas lebih baik.
  • Elektroplating dan elektrokimia: garam logam metanasulfonat mudah larut dan elektrolitnya relatif stabil sehingga MSA banyak diteliti sebagai elektrolit pelapisan timah dan logam lain.
  • Reaksi Friedel-Crafts dan siklisasi: MSA, sendiri atau dikombinasikan dengan fosfor pentoksida, berfungsi sebagai media asam untuk asilasi intramolekul dan pembentukan cincin aromatik.
  • Deproteksi gugus pelindung: keasaman yang kuat memungkinkan pelepasan gugus pelindung yang labil asam dalam sintesis organik dan kimia peptida pada kondisi yang terkendali.

Merek TCI (kode produk M0093)
Nomor CAS 75-75-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Acids, Bases [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 25 g, 100 g, 500 g
Bentuk fisik cairan (dapat memadat pada suhu dingin), higroskopis
Penyimpanan wadah tahan asam tertutup rapat, kering, di lemari bahan korosif

Methanesulfonic Acid adalah bahan korosif yang dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit dan kerusakan mata. Simpan dalam wadah asli tahan asam yang tertutup rapat, di lemari bahan korosif yang kering dan berventilasi, terpisah dari basa, oksidator, logam reaktif, dan bahan mudah terbakar. Karena higroskopis, tutup botol segera setelah dipakai. Kerjakan selalu di lemari asam dengan sarung tangan tahan asam, kacamata pengaman atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Saat mengencerkan, tambahkan asam ke air perlahan, bukan sebaliknya. Pelajari SDS dari TCI sebelum memakai.

  • Dodoff dkk. (2002). Manganese(II), Iron(II), Cobalt(II) and Nickel(II) Complexes of Methanesulfonic Acid Hydrazide. Crystal Structure of trans-Dichlorotetrakis(methanesulfonic Acid Hydrazide-N2)cobalt(II) and trans-Dichlorotetrakis(methanesulfonic Acid Hydrazide-N2)nickel(II). Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2002-1016
  • Jeon dkk. (2012). ChemInform Abstract: An Improved Synthesis of Hydroxy Aryl Ketones by Fries Rearrangement with Methanesulfonic Acid/Methanesulfonic Anhydride.. ChemInform doi:10.1002/chin.201248057
  • Jeon dkk. (2012). An Improved Synthesis of Hydroxy Aryl Ketones by Fries Rearrangement with Methanesulfonic Acid/Methanesulfonic Anhydride. Synlett doi:10.1055/s-0032-1316568

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Gia L. Hoang. Enantioselective Desymmetrization via Carbonyl-Directed Catalytic Asymmetric Hydroboration and Suzuki–Miyaura Cross-Coupling Organic Letters, 2015. doi:10.1021/ol503764d
  2. Svitlana O. Sotnik. Third Generation Buchwald Precatalysts with XPhos and RuPhos: Multigram Scale Synthesis, Solvent-Dependent Isomerization of XPhos Pd G3 and Quality Control by 1H- and 31P-NMR Spectroscopy Molecules, 2021. doi:10.3390/molecules26123507