Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 497-26-7

2-Methyl-1,3-dioxolane TCI M0210

2-Methyl-1,3-dioxolane TCI M0210

Identitas Kimia

No. CAS
497-26-7
PubChem
CID 10342·SID 87572300
Rumus molekul
C4H8O2
Berat molekul
88.11 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-methyl-1,3-dioxolane
SMILES
CC1OCCO1
InChIKey
HTWIZMNMTWYQRN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.829.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.829.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0210 2-Methyl-1,3-dioxolane adalah asetal siklik beranggota lima yang secara formal merupakan hasil perlindungan asetaldehida dengan etilena glikol. Senyawa ini hadir sebagai cairan bening dan menempati peran klasik dalam gudang reagen kimia organik, yakni sebagai bentuk karbonil yang tersamarkan sekaligus pelarut eter yang cukup polar. Karena cincin dioksolana mudah dibentuk dan mudah dibuka kembali, laboratorium memakainya untuk mempelajari kesetimbangan asetalisasi, menguji aktivitas katalis asam, serta menyiapkan bahan antara dalam sintesis berjenjang.

Alasan utama pemilihan senyawa ini adalah kestabilannya yang baik pada kondisi basa dan reduktif, berpasangan dengan kemudahan hidrolisisnya di hadapan asam berair. Sifat tersebut memberi ahli sintesis kendali waktu yang jelas: gugus karbonil dapat disembunyikan selama tahap-tahap reaksi yang keras, lalu dikembalikan pada saat yang tepat. Sebagai cairan dengan titik didih relatif rendah, senyawa ini juga mudah dipisahkan melalui distilasi, sehingga pemurnian produk akhir tidak terganggu oleh sisa pelarut yang sulit diuapkan dari campuran reaksi.

Laboratorium sintesis organik di Indonesia, baik di lingkungan universitas maupun lembaga penelitian bahan, memanfaatkan reagen ini pada praktikum kimia organik lanjut dan proyek penelitian sintesis senyawa bioaktif. Kemasan 25 g memadai untuk percobaan skala kecil dan keperluan pengajaran, sementara kemasan 500 g lebih ekonomis bagi kelompok riset yang menjalankan reaksi berulang atau memerlukan pelarut dalam volume kerja yang lebih besar.

  • Perlindungan gugus aldehida dalam sintesis multitahap, karena cincin dioksolana bertahan pada kondisi basa dan reduktif yang merusak karbonil bebas.
  • Pelarut aprotik untuk reaksi organologam dan reduksi, sebab atom oksigen cincinnya mampu mengoordinasi kation logam dan menstabilkan pereaksi.
  • Substrat baku pengujian katalis asam Brønsted maupun Lewis, karena laju hidrolisisnya mudah dipantau sehingga aktivitas katalis dapat dibandingkan.
  • Bahan model pengajaran kimia asetal di praktikum lanjut, sebab pembentukan dan pembukaan cincinnya menggambarkan konsep kesetimbangan secara sangat gamblang.
  • Sumber unit asetaldehida terlindung pada sintesis heterosiklik, karena senyawa ini melepaskan karbonil hanya ketika kondisi asam sengaja diterapkan.

Merek TCI
Nomor CAS 497-26-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik cairan bening
Penyimpanan tempat sejuk, kering, dan berventilasi, wadah tertutup rapat, jauh dari asam dan sumber api

Simpan 2-Methyl-1,3-dioxolane pada wadah asli yang tertutup rapat di lemari bahan mudah terbakar, jauh dari asam kuat, bahan pengoksidasi, dan sumber percikan api. Sebagai eter siklik, senyawa ini berpeluang membentuk peroksida jika lama terpapar udara dan cahaya, sehingga penyimpanan sebaiknya dalam botol gelap, dengan tanggal penerimaan dan pembukaan tercatat rapi serta pemeriksaan peroksida sebelum didistilasi hingga kering. Lakukan penuangan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan tahan pelarut dan kacamata pengaman. Hindari menghirup uapnya, dan pastikan area kerja bebas dari nyala terbuka maupun peralatan listrik yang memercikkan bunga api.

—