Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 96-14-0

3-Methylpentane TCI M0383

3-Methylpentane TCI M0383

Identitas Kimia

No. CAS
96-14-0
PubChem
CID 7282·SID 87572448
Rumus molekul
C6H14
Berat molekul
86.18 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-methylpentane
SMILES
CCC(C)CC
InChIKey
PFEOZHBOMNWTJB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 955.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 955.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0383 3-Methylpentane adalah hidrokarbon jenuh bercabang berumus C6H14 yang merupakan isomer struktur dari heksana, dengan gugus metil terletak pada atom karbon ketiga rantai utama. Cairan bening ini dipasok sebagai building block non-heterosiklik sekaligus pelarut hidrokarbon murni untuk keperluan sintesis dan analisis. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai medium pelarut nonpolar yang sangat lembam, bahan acuan pada pengukuran kromatografi, serta substrat model pada kajian reaksi hidrokarbon seperti isomerisasi dan perengkahan katalitik. Kemurnian isomer yang terjaga menjadikannya pilihan tepat ketika identitas struktur harus dipastikan.

Ciri utama yang menentukan pemilihannya adalah kombinasi antara sifat nonpolar, titik didih rendah, dan keteraturan struktur percabangan. Posisi metil di tengah rantai memberikan bentuk molekul yang lebih kompak dibanding n-heksana, sehingga interaksi antarmolekulnya sedikit berbeda dan menghasilkan waktu retensi kromatografi yang khas. Sifat ini sangat berguna ketika laboratorium perlu membedakan isomer heksana dalam sampel bahan bakar atau produk petrokimia. Sebagai alkana jenuh, senyawa ini praktis tidak bereaksi dengan sebagian besar reagen organik, sehingga aman dipakai melarutkan katalis, organologam, maupun senyawa peka air.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dijumpai pada pengujian mutu bahan bakar, riset katalisis, serta laboratorium kimia analitik yang menangani analisis hidrokarbon ringan. Kemasan 25 mL sangat sesuai untuk penyiapan larutan standar dan uji kalibrasi, sementara 500 mL menjawab kebutuhan pemakaian rutin sebagai pelarut. Penyimpanan di lemari bahan mudah terbakar wajib diperhatikan mengingat suhu ruang laboratorium tropis yang relatif hangat mempercepat penguapan.

  • Standar isomer pada kromatografi gas: waktu retensinya yang khas membantu membedakan isomer heksana dalam analisis bahan bakar dan produk petrokimia secara meyakinkan.
  • Substrat model riset katalisis: sebagai alkana bercabang sederhana, senyawa ini sering dipakai menguji aktivitas katalis isomerisasi, perengkahan, maupun reformasi di skala laboratorium.
  • Pelarut nonpolar untuk sintesis: sifat lembamnya memungkinkan pelarutan reagen organologam dan katalis peka air tanpa mengganggu jalur reaksi yang sedang dipelajari.
  • Ekstraksi senyawa lipofilik: kepolaran yang rendah menjadikannya efektif memisahkan minyak, lilin, dan hidrokarbon dari matriks sampel sebelum tahap analisis instrumental.
  • Kalibrasi instrumen analisis: kemurnian dan identitas strukturnya yang pasti membuatnya berguna untuk memverifikasi kinerja kolom, detektor, serta metode pemisahan hidrokarbon ringan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 96-14-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL dan 500 mL
Bentuk fisik cairan bening, mudah menguap
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan berventilasi, dalam lemari bahan mudah terbakar

Tempatkan botol di lemari bahan mudah terbakar yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari nyala api, percikan listrik, permukaan panas, maupun sinar matahari langsung. Gunakan wadah asli bertutup rapat agar uap tidak lolos dan bahan tidak terkontaminasi. Semua kegiatan penuangan dan pemipetan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam, sebab uap hidrokarbon lebih berat dari udara dan dapat terkumpul di permukaan meja atau lantai. Pakai sarung tangan tahan pelarut, kacamata pelindung, dan jas laboratorium tertutup. Hindari kontak dengan oksidator kuat. Sediakan bahan penyerap inert dan alat pemadam api di dekat area kerja untuk mengantisipasi tumpahan.

  • Zhao dkk. (1994). Comparison of the Kinetics and Mechanism of 3-Methylpentane and 2-Methylpentane Cracking on USHY. Journal of Catalysis doi:10.1006/jcat.1994.1100
  • Seidel dkk. (2023). Diffusion and adsorption of 2-methylpentane and 3-methylpentane in silicalite-1 crystals. Diffusion Fundamentals doi:10.62721/diffusion-fundamentals.38.1248
  • Loras dkk. (2002). Phase equilibria in the systems 3-methylpentane + methylcyclohexane, diisopropyl ether + methylcyclohexane and 3-methylpentane + diisopropyl ether + methylcyclohexane at 101.3 kPa. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/s0378-3812(01)00653-7

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.