TCI M0398 2-Methyl-4-phenyl-2-butanol adalah alkohol tersier beraroma yang memiliki gugus fenil pada ujung rantai dan gugus hidroksil pada karbon tersier bercabang. Struktur ini menjadikannya blok pembangun non-heterosiklik yang berguna sekaligus senyawa yang menarik bagi penelitian bahan pewangi, karena kelompok alkohol aromatik-alifatik semacam ini dikenal luas dalam industri flavor dan fragrance. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai bahan awal sintesis, sebagai senyawa pembanding dalam analisis komponen parfum, serta sebagai substrat model dalam kajian reaksi alkohol tersier yang mengalami dehidrasi atau substitusi.
Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah kestabilan strukturnya yang relatif baik disertai reaktivitas khas alkohol tersier. Gugus hidroksil tersier cenderung sulit dioksidasi menjadi aldehida atau asam, tetapi mudah mengalami eliminasi menjadi alkena maupun substitusi melalui jalur karbokation, sehingga menjadi substrat pengajaran dan penelitian yang sangat informatif. Cincin benzena pada strukturnya memberi kontribusi terhadap sifat kromoforik sehingga senyawa mudah dipantau dengan detektor ultraviolet pada kromatografi cair. Kelarutannya yang baik dalam pelarut organik umum memudahkan penyiapan larutan kerja maupun proses pemurnian dengan kolom silika.
Di laboratorium Indonesia, produk ini banyak dimanfaatkan oleh kelompok riset kimia organik kampus, laboratorium pengembangan produk perawatan tubuh, serta unit penelitian aroma dan minyak atsiri yang memang berkembang pesat di Tanah Air. Ketersediaan tiga pilihan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memberi keleluasaan bagi laboratorium untuk menyesuaikan pembelian dengan skala pekerjaan, mulai dari percobaan awal hingga tahap pengembangan formulasi yang membutuhkan bahan lebih banyak.
- Sintesis dan kajian bahan pewangi: struktur alkohol aromatik-alifatik ini menjadi bahan uji penting bagi peneliti yang mengembangkan formulasi wangi dan mempelajari hubungan struktur dengan aroma.
- Studi reaksi dehidrasi alkohol tersier: substrat ini menghasilkan alkena melalui jalur karbokation sehingga sangat cocok untuk mengajarkan dan meneliti selektivitas produk eliminasi.
- Bahan awal sintesis senyawa antara: gugus hidroksil dapat diesterifikasi atau dieterifikasi untuk menyiapkan turunan yang diperlukan pada tahap sintesis organik berikutnya.
- Senyawa pembanding analisis kromatografi: cincin aromatiknya memberikan serapan ultraviolet yang jelas sehingga memudahkan identifikasi dan kuantifikasi pada analisis kromatografi cair kinerja tinggi.
- Substrat penelitian biokatalisis: alkohol tersier bercabang dipakai untuk menguji selektivitas enzim dan mikroorganisme dalam reaksi transformasi maupun resolusi kinetik senyawa kiral.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M0398 |
|---|---|
| Nomor CAS | 103-05-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, dan 500 g |
| Bentuk fisik | cairan organik dengan gugus hidroksil tersier dan cincin aromatik |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung |
Simpan produk dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, nyala api, serta bahan pengoksidasi kuat. Karena senyawa ini beraroma cukup kuat, sebaiknya penimbangan dan pemindahan dilakukan di dalam lemari asam agar ruang kerja tetap nyaman. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta segera bersihkan tumpahan menggunakan bahan penyerap inert yang kemudian dibuang sebagai limbah kimia organik berlabel.
—


