Hydroxypropyl Methacrylate (mixture of 2-Hydroxypropyl dan 2-Hydroxy-1-methylethyl Methacrylate) adalah bahan kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis polimer dan senyawa organik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia seperti pembuatan resin, pelapis, dan bahan komposit. Dalam laboratorium, bahan ini berperan sebagai monomer yang dapat diubah menjadi polimer melalui reaksi polimerisasi.
Bahan ini memiliki sifat stabil dan reaktif yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia. Stabilisasi dengan MEHQ (methyl ethyl glycol) membantu mencegah degradasi selama penyimpanan dan penggunaan. Karakteristik ini menjadikannya cocok untuk digunakan dalam kondisi laboratorium yang memerlukan kestabilan kimia.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan secara luas dalam penelitian material, farmasi, dan industri kimia. Ketersediaannya dan kestabilannya membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi di berbagai institusi pendidikan dan industri.
- Pembuatan polimer termoplastik untuk aplikasi industri dan medis.
- Sintesis senyawa organik dalam reaksi polimerisasi dan modifikasi kimia.
- Pengembangan bahan pelapis yang tahan terhadap cuaca dan lingkungan.
- Penelitian material komposit untuk aplikasi dalam teknologi dan konstruksi.
- Penggunaan dalam formulasi produk farmasi dan kosmetik yang memerlukan sifat reaktif dan stabil.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 27813-02-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktifnya, penggunaan harus dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini. Pastikan area kerja memiliki ventilasi yang memadai untuk mencegah akumulasi uap.
- Chu dkk. (1998). Preparation of poly(hydroxyethyl methacrylate) and poly(hydroxypropyl methacrylate) latices. Macromolecular Rapid Communications doi:10.1002/(sici)1521-3927(19980201)19:2<107::aid-marc107>3.0.co;2-b
- Byun dkk. (2007). High pressure phase behaviour of the binary mixture for the 2-hydroxyethyl methacrylate, 2-hydroxypropyl acrylate, and 2-hydroxypropyl methacrylate in supercritical carbon dioxide. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2006.11.010
- Orakdogen dkk. (2017). Poly(Hydroxypropyl methacrylate-co-glycidyl methacrylate): Facile synthesis of well-defined hydrophobic gels containing hydroxy-functional methacrylates. Polymer Degradation and Stability doi:10.1016/j.polymdegradstab.2017.08.020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
