3,4-Methylenedioxyaniline (MDA) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik, MDA memiliki peran penting dalam pembuatan senyawa seperti MDMA dan beberapa obat psikotropik. Bahan ini juga digunakan dalam penelitian kimia farmakologis dan analisis kimia untuk mengidentifikasi struktur molekuler.
MDA memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap oksidasi dan reaksi kimia yang tidak terkendali. Karena sifat ini, MDA harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah reaksi berbahaya. Keberadaan gugus metilen di antara dua gugus amina membuatnya sangat reaktif dan mudah terlibat dalam reaksi substitusi dan kondensasi.
Di laboratorium Indonesia, MDA digunakan dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan penelitian lingkungan. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan pedoman keselamatan dan regulasi yang berlaku untuk menjaga keamanan dan kesehatan kerja.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik untuk penelitian farmakologis
- Analisis struktur molekuler dalam kimia organik dan spektroskopi
- Pengembangan produk kimia dalam industri farmasi dan kosmetik
- Penelitian tentang efek psikologis dan farmakologis senyawa psikotropik
- Uji kualitas bahan baku dalam proses produksi obat dan bahan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14268-66-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
MDA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara, cahaya, dan kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas bahan. Pemakaian harus dilakukan di bawah pengawasan dan dengan perlengkapan pelindung yang sesuai, seperti sarung tangan dan masker. Selalu pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah akumulasi uap.
- Ates dkk. (2014). Comparison of anticorrosion behavior of polyaniline and poly(3,4-methylenedioxyaniline) and their titanium dioxide nanocomposites. High Performance Polymers doi:10.1177/0954008314557050
- Scott dkk. (2022). Safety Assessment of Hydroxyethyl-3,4-Methylenedioxyaniline HCl as Used in Cosmetics. International Journal of Toxicology doi:10.1177/10915818221099897
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
