Methanesulfonamide adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional lainnya, sehingga menjadi bahan penting dalam sintesis senyawa kompleks. Methanesulfonamide memiliki struktur kimia sederhana namun sangat fleksibel, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi substitusi dan pembentukan ikatan baru. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik.
Methanesulfonamide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena sifatnya yang reaktif terhadap beberapa senyawa. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil amina dan aseton, yang memudahkan proses pemanfaatannya dalam reaksi kimia. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia tanpa mengalami degradasi yang signifikan, sehingga memperpanjang umur produk dan efisiensi dalam penggunaan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Methanesulfonamide menjadi bahan yang sangat relevan untuk penelitian dan pengembangan senyawa baru. Banyak institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia menggunakan senyawa ini sebagai bahan dasar dalam eksperimen kimia organik. Ketersediaan dan kualitasnya yang baik menjadikannya pilihan utama dalam kebutuhan laboratorium lokal.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan reaksi substitusi
- Reaksi pembentukan ikatan nitrogen dalam senyawa heterosiklik
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan struktur tertentu
- Reaksi kimia dalam pembuatan bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3144-09-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan udara dan kelembapan |
Methanesulfonamide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah penguapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator untuk menghindari kontak langsung dan inhalasi.
- Dodoff dkk. (2004). Crystal Structure of N-3-Pyridinyl-methanesulfonamide and trans-Diiodobis(N-3-pyridinyl-methanesulfonamide)platinum(II). Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2004-0922
- Karabacak dkk. (2010). DFT based computational study on the molecular conformation, NMR chemical shifts and vibrational transitions for N-(2-methylphenyl) methanesulfonamide and N-(3-methylphenyl) methanesulfonamide. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2010.01.033
- Perricone dkk. (1996). Synthesis of (R)-N-[4-[4-(dibutylamino)-1-hydroxybutyl]phenyl]methanesulfonamide, (E)-2-butenedioate (2:1) salt (artilide fumarate) and the enantiomers of N-[4-[4-(ethylheptylamino)-1-hydroxybutyl]phenyl]methanesulfonamide, (E)-2-butenedioate (2:1) salt (ibutilide fumarate). Tetrahedron: Asymmetry doi:10.1016/0957-4166(96)00063-8
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
