TCI M0918 Methacroylcholine Chloride (ca 80% in Water) dengan nomor CAS 5039-78-1 adalah monomer metakrilat bermuatan positif yang menggabungkan gugus metakriloil polimerisabel dengan gugus amonium kuaterner kolin pada satu molekul. Bahan ini dipasok sebagai larutan berair sekitar 80% yang distabilkan dengan MEHQ sebagai inhibitor polimerisasi dini. Di laboratorium, perannya adalah sebagai bahan baku pembentuk polielektrolit kationik, hidrogel responsif, dan permukaan termodifikasi muatan yang tidak dapat diperoleh dari monomer metakrilat netral biasa. Keberadaan muatan permanen membuatnya menjadi pilihan utama pada riset material biomedis.
Karakteristik yang membuat monomer ini banyak dipilih adalah muatan kationik permanen pada nitrogen kuaterner, yang tidak bergantung pada pH medium sehingga polimer hasilnya tetap bermuatan pada rentang kondisi fisiologis maupun asam-basa moderat. Gugus metakriloilnya mudah diikutsertakan dalam polimerisasi radikal bebas, termasuk teknik terkendali seperti RAFT maupun ATRP, dan dapat dikopolimerisasi dengan monomer akrilamida atau metakrilat lain untuk mengatur keseimbangan hidrofilik-kationik. Bentuk larutan berair memudahkan penakaran langsung pada sistem polimerisasi berbasis air tanpa perlu pelarut organik tambahan. Stabilisasi MEHQ menjaga monomer tetap reaktif namun aman disimpan.
Di laboratorium Indonesia, monomer ini umumnya ditemukan pada kelompok riset farmasetika, teknik kimia, dan ilmu material di perguruan tinggi serta lembaga riset yang menggeluti sistem penghantaran obat, pengikatan asam nukleat, membran penukar ion, dan pelapis antimikroba. Karena bentuknya larutan berair, penanganannya relatif bersahabat untuk laboratorium yang belum memiliki jalur pelarut organik lengkap, meskipun kondisi iklim tropis yang hangat menuntut penyimpanan dingin yang disiplin agar umur simpan monomer terjaga.
- Sintesis polimer kationik untuk sistem penghantaran obat, karena muatan permanennya membantu pembentukan kompleks elektrostatik dengan obat maupun makromolekul bermuatan negatif secara stabil.
- Pembuatan vektor non-viral pengikat asam nukleat, sebab gugus amonium kuaterner mampu mengikat rangka fosfat DNA dan RNA melalui interaksi ionik yang kuat.
- Pengembangan hidrogel responsif dan matriks pelepasan terkendali, karena monomer ini dapat dikopolimerisasi dengan pengikat silang untuk mengatur derajat pengembangan jaringan polimer.
- Modifikasi permukaan dan pelapis antimikroba, mengingat rantai polimer kationik dikenal berinteraksi dengan membran mikroba bermuatan negatif sehingga banyak diteliti sebagai material antifouling.
- Sintesis membran penukar ion dan resin fungsional, karena densitas muatan positif yang tinggi mendukung selektivitas transportasi anion pada kajian pemisahan berbasis membran.
| Merek | TCI, kode produk M0918 |
|---|---|
| Nomor CAS | 5039-78-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents > Drug Delivery Systems (DDS) |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | larutan berair (kurang lebih 80% dalam air), distabilkan dengan MEHQ |
| Penyimpanan | simpan dingin, terlindung cahaya, dan hindari pemanasan agar tidak terjadi polimerisasi dini |
Simpan botol dalam lemari pendingin laboratorium pada kondisi sejuk dan terlindung dari cahaya, jauh dari sumber panas, percikan api, maupun inisiator radikal seperti peroksida. Gunakan wadah asli yang tertutup rapat; jangan memindahkan monomer ke wadah logam yang dapat mengkatalisis polimerisasi. Perlu diingat bahwa inhibitor MEHQ membutuhkan oksigen terlarut untuk bekerja, sehingga penyimpanan jangka panjang di bawah selimut gas inert justru tidak dianjurkan. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penuangan di dalam lemari asam. Hindari kontak kulit dan mata, dan tutup kembali botol segera setelah digunakan untuk mencegah penguapan air yang mengubah konsentrasi larutan.
—
