Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 100959-19-1

4-Methylcyclohexylamine Hydrochloride TCI M0957

4-Methylcyclohexylamine Hydrochloride TCI M0957

Identitas Kimia

No. CAS
100959-19-1
PubChem
CID 12714125·SID 87572937
Rumus molekul
C7H16ClN
Berat molekul
149.66 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-methylcyclohexan-1-amine;hydrochloride
SMILES
CC1CCC(CC1)N.Cl
InChIKey
GIRKJSRZELQHDX-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.472.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.472.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0957 4-Methylcyclohexylamine Hydrochloride adalah garam hidroklorida dari amina alisiklik yang membawa gugus metil pada posisi para cincin sikloheksana. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan fragmen amina jenuh yang kaku namun tetap fleksibel secara konformasi, suatu ciri yang banyak dicari dalam perancangan molekul aktif modern. Bentuk garamnya menjadikan bahan ini padatan yang jauh lebih mudah ditimbang, disimpan, dan ditangani dibandingkan amina bebasnya yang bersifat mudah menguap serta cenderung menyerap karbon dioksida dari udara.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kestabilan dan kemudahan penanganan tanpa mengorbankan reaktivitas. Amina dapat dibebaskan kembali secara sederhana dengan basa ketika reaksi membutuhkannya, sehingga pengguna memperoleh kemurnian dan kepraktisan sekaligus. Cincin sikloheksana yang tersubstitusi metil memberikan volume tiga dimensi serta sifat lipofilik yang berguna untuk menyetel sifat fisikokimia molekul target, khususnya pada riset kimia medisinal yang berupaya menggeser karakter molekul dari datar aromatik menuju kerangka jenuh. Gugus amina primer pada bahan ini siap diikutsertakan dalam pembentukan amida, sulfonamida, urea, maupun reaksi aminasi reduktif.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan seperti ini pada penelitian sintesis senyawa bioaktif, pengembangan bahan antara farmasi, serta kajian metodologi pembentukan ikatan karbon–nitrogen di perguruan tinggi. Kemasan 25 gram merupakan ukuran kerja yang nyaman: cukup untuk serangkaian percobaan optimasi dan beberapa sintesis skala gram, namun tidak terlalu besar sehingga bahan tidak tersimpan terlalu lama. Bentuk padatnya juga menyederhanakan pengelolaan penyimpanan di lemari bahan kimia.

  • Sintesis amida dan sulfonamida, karena gugus amina primernya siap bereaksi dengan klorida asam maupun reagen pengaktif untuk membentuk ikatan stabil.
  • Reaksi aminasi reduktif, sebab amina alisiklik ini mudah dikondensasikan dengan aldehida atau keton menghasilkan amina sekunder yang dikehendaki peneliti.
  • Bahan antara kimia medisinal, mengingat kerangka sikloheksil jenuh sering digunakan menggantikan cincin aromatik untuk menyetel kelarutan serta sifat fisikokimia molekul.
  • Sintesis urea dan karbamat tersubstitusi, yang dimanfaatkan dalam pengembangan senyawa uji biologis maupun bahan antara agrokimia di laboratorium penelitian.
  • Bahan pembentuk garam dan agen resolusi pendamping, karena amina padat terdefinisi memudahkan kristalisasi serta pemurnian pasangan asam yang sedang dipelajari.

Merek TCI
Nomor CAS 100959-19-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan garam hidroklorida (dikemas dalam satuan berat)
Penyimpanan simpan rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan udara

Garam amina sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering karena padatan golongan ini dapat menarik uap air sehingga menggumpal dan sulit ditimbang secara akurat. Tutup botol segera setelah pengambilan dan pertimbangkan penggunaan desikator atau kantong penyerap kelembapan bila laboratorium berada di lingkungan lembap seperti umumnya di Indonesia. Gunakan spatula bersih dan kering, serta lakukan penimbangan di ruang berventilasi baik atau lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu halus. Kenakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium, lalu cuci tangan setelah bekerja. Tumpahan dibersihkan secara kering, dikumpulkan ke wadah limbah berlabel, dan dicatat dalam buku pemakaian bahan. Ikuti lembar data keselamatan produsen.

—