Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 3951-10-8

4-Methoxyphenylacetic Anhydride TCI M0968

4-Methoxyphenylacetic Anhydride TCI M0968

Identitas Kimia

No. CAS
3951-10-8
PubChem
CID 14086930·SID 87572948
Rumus molekul
C18H18O5
Berat molekul
314.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
[2-(4-methoxyphenyl)acetyl] 2-(4-methoxyphenyl)acetate
SMILES
COC1=CC=C(C=C1)CC(=O)OC(=O)CC2=CC=C(C=C2)OC
InChIKey
KYCAEIXHUXBNTQ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0968 4-Methoxyphenylacetic Anhydride adalah anhidrida asam simetris yang terbentuk dari dua molekul asam 4-metoksifenilasetat. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini berfungsi utama sebagai reagen asilasi yang memindahkan gugus 4-metoksifenilasetil ke nukleofil seperti amina, alkohol, atau fenol. Kehadiran anhidrida siap pakai sangat membantu di laboratorium karena peneliti tidak perlu mengaktifkan asam karboksilat terlebih dahulu dengan reagen kopling atau mengubahnya menjadi klorida asam, sehingga prosedur menjadi lebih ringkas dan produk sampingan yang perlu dipisahkan lebih sedikit.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas asilasi yang kuat namun lebih mudah dikendalikan dibandingkan klorida asam, serta kehadiran gugus metoksi pada cincin aromatik. Gugus metoksi bersifat pendonor elektron dan memberi karakter elektronik khas pada fragmen aril asetil yang dipindahkan, sesuatu yang sering diperlukan dalam perancangan molekul target. Sebagai padatan, bahan ini mudah ditimbang dan ditangani, tetapi seperti seluruh anhidrida asam, ia peka terhadap kelembapan dan akan terhidrolisis kembali menjadi asam bebas bila terpapar uap air, sehingga kedisiplinan penyimpanan sangat menentukan kinerjanya.

Laboratorium di Indonesia menggunakan bahan ini pada penelitian sintesis organik, pengembangan bahan antara farmasi, serta kajian senyawa bahan alam yang memerlukan pemasangan gugus aril asetil terlindung. Kemasan 25 gram merupakan ukuran kerja yang wajar untuk beberapa rangkaian sintesis skala gram sekaligus tidak terlalu besar, sehingga bahan tidak tersimpan berlarut-larut dan risiko penurunan mutu akibat kelembapan tropis dapat ditekan seminimal mungkin.

  • Reagen asilasi amina menjadi amida, karena anhidrida bereaksi langsung dengan amina primer maupun sekunder tanpa memerlukan reagen kopling tambahan.
  • Asilasi alkohol dan fenol menjadi ester, yang berguna sebagai strategi perlindungan gugus hidroksil maupun pembentukan turunan ester dengan sifat tertentu.
  • Sintesis bahan antara farmasi, mengingat fragmen 4-metoksifenilasetil banyak dijumpai dalam kerangka molekul aktif dan senyawa uji yang sedang dikembangkan.
  • Pembuatan turunan untuk keperluan analisis, sebab asilasi meningkatkan volatilitas atau deteksi senyawa polar pada analisis kromatografi di laboratorium instrumen.
  • Kajian modifikasi senyawa bahan alam, karena gugus asetil beraril dapat dipasang secara selektif untuk mempelajari pengaruh substitusi terhadap sifat molekul.

Merek TCI
Nomor CAS 3951-10-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan (dikemas dalam satuan berat)
Penyimpanan simpan rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan udara

Anhidrida asam bersifat peka terhadap air, sehingga bahan harus disimpan dalam wadah tertutup sangat rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator mengingat kelembapan udara di Indonesia tergolong tinggi. Jauhkan dari air, alkohol, amina, dan basa kuat yang dapat bereaksi langsung dengan bahan. Gunakan spatula kering dan lakukan penimbangan secepat mungkin, bila perlu di bawah aliran gas inert, agar bahan tidak menyerap uap air dan terhidrolisis menjadi asam bebas. Seluruh penanganan dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium karena reagen asilasi bersifat mengiritasi kulit serta saluran pernapasan. Bersihkan tumpahan secara kering dan buang melalui wadah limbah berlabel.

—