Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 29490-19-5

5-Methyl-1,3,4-thiadiazole-2-thiol TCI M0976

5-Methyl-1,3,4-thiadiazole-2-thiol TCI M0976

Identitas Kimia

No. CAS
29490-19-5
PubChem
CID 1810203·SID 87572956
Rumus molekul
C3H4N2S2
Berat molekul
132.21 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-methyl-3H-1,3,4-thiadiazole-2-thione
SMILES
CC1=NNC(=S)S1
InChIKey
FPVUWZFFEGYCGB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 743.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 743.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0976 5-Methyl-1,3,4-thiadiazole-2-thiol adalah senyawa heterosiklik yang mengandung cincin tiadiazol dengan dua atom nitrogen dan satu atom belerang, dilengkapi gugus metil pada posisi 5 serta gugus tiol pada posisi 2. Kombinasi inti heterosiklik kaya heteroatom dengan gugus sulfhidril reaktif menjadikan bahan ini blok bangunan yang sangat serbaguna. Di laboratorium, senyawa ini biasa digunakan sebagai titik awal untuk membangun molekul yang lebih besar melalui alkilasi pada atom belerang, sekaligus sebagai ligan yang dapat mengikat ion logam melalui belerang maupun nitrogen.

Karakteristik yang membuatnya banyak dicari adalah keasaman gugus tiolnya yang memungkinkan pembentukan tiolat dengan basa ringan, sehingga reaksi substitusi berjalan efisien tanpa memerlukan kondisi keras. Senyawa ini juga menunjukkan kesetimbangan tiol–tion yang khas pada heterosiklik merkapto, memberikan dua pusat nukleofilik potensial yang dapat dimanfaatkan dalam perancangan reaksi. Kemampuannya membentuk lapisan koordinasi pada permukaan logam membuat kelas senyawa ini juga diteliti dalam konteks ilmu permukaan. Bentuknya yang padat dan kristalin memudahkan pemurnian ulang lewat rekristalisasi bila diperlukan.

Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada laboratorium kimia organik, kimia anorganik koordinasi, serta kelompok riset material dan korosi di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan 25g umumnya memadai untuk satu rangkaian penelitian lengkap, mencakup tahap optimasi kondisi reaksi hingga pembuatan sampel untuk karakterisasi dan pengujian lanjutan di laboratorium mitra.

  • Reaksi S-alkilasi untuk membangun tioeter heterosiklik, karena gugus tiol mudah dideprotonasi menjadi tiolat yang sangat nukleofilik terhadap halida alkil.
  • Sintesis bahan antara farmasi, sebab inti tiadiazol tersubstitusi merupakan fragmen yang dikenal pada beberapa kelas senyawa antibakteri dalam kepustakaan kimia medisinal.
  • Pembentukan kompleks koordinasi logam, mengingat atom belerang dan nitrogen pada molekul ini mampu bertindak sebagai donor bagi berbagai ion logam transisi.
  • Riset inhibitor korosi permukaan logam, karena senyawa merkapto heterosiklik dapat teradsorpsi membentuk lapisan pelindung pada antarmuka logam dan larutan.
  • Pembuatan turunan heterosiklik terfungsionalisasi, sebab gugus metil dan tiol memberikan dua titik modifikasi berbeda untuk mengembangkan pustaka senyawa terarah.

Merek TCI
Nomor CAS 29490-19-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara lembap

Senyawa bergugus tiol dapat teroksidasi perlahan menjadi disulfida bila terpapar udara dalam waktu lama, sehingga wadah harus selalu ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk serta kering. Pertimbangkan pengisian ruang kosong botol dengan gas nitrogen kering bila bahan akan digunakan berulang dalam jangka panjang. Penanganan sebaiknya dilakukan di lemari asam karena senyawa belerang berpotensi menimbulkan bau menyengat. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta jauhkan dari oksidator kuat dan sumber panas.

—