S-Methylthiobarbituric Acid (SMTBA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa barbiturat atau turunannya. SMTBA memiliki struktur yang kompleks dan berperan dalam reaksi substitusi dan reaksi lain yang memerlukan keberadaan grup tiosianat.
Sifat kimia dan struktur molekular SMTBA membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk reaksi yang memerlukan reaktivitas tinggi. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai proses sintesis. Karakteristik ini memungkinkan peneliti untuk mengontrol reaksi secara efisien dan menghasilkan produk yang diinginkan.
Di laboratorium Indonesia, SMTBA sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang senyawa heterosiklik dan reaksi kimia yang melibatkan grup tiosianat. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki berbagai aplikasi dalam bidang farmasi dan material.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa barbiturat untuk penelitian farmakologi
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa heterosiklik
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam analisis kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa tiosianat dalam kimia organik
- Pengembangan produk farmasi baru melalui sintesis senyawa kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1979-98-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
S-Methylthiobarbituric Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, dalam kondisi kering dan sejuk. Hindari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan tinggi untuk mencegah penguraian atau perubahan sifat kimia. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
—
