Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1193-18-6

3-Methyl-2-cyclohexen-1-one TCI M1043

3-Methyl-2-cyclohexen-1-one TCI M1043

Identitas Kimia

No. CAS
1193-18-6
PubChem
CID 14511·SID 87573014
Rumus molekul
C7H10O
Berat molekul
110.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-methylcyclohex-2-en-1-one
SMILES
CC1=CC(=O)CCC1
InChIKey
IITQJMYAYSNIMI-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 928.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 928.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1043 3-Methyl-2-cyclohexen-1-one dengan nomor CAS 1193-18-6 adalah keton siklik tak jenuh yang memiliki sistem enon terkonjugasi, yakni ikatan rangkap karbon-karbon yang berdampingan langsung dengan gugus karbonil, ditambah gugus metil pada posisi beta. Struktur enon semacam ini merupakan salah satu gugus fungsi paling produktif dalam sintesis organik karena menyediakan dua pusat elektrofilik sekaligus, yaitu karbon karbonil dan karbon beta. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan non-heterosiklik untuk membangun kerangka karbosiklik, terutama pada sintesis terpenoid, steroid, dan berbagai molekul bahan alam bercincin enam.

Karakteristik yang membuatnya sangat dihargai adalah kecocokannya sebagai akseptor Michael. Karbon beta yang bersubstituen metil menerima serangan nukleofil lunak seperti organokuprat, enamin, atau senyawa metilen aktif, menghasilkan pembentukan pusat kuaterner yang sulit dicapai dengan cara lain. Sistem terkonjugasinya juga memungkinkan reaksi adisi 1,2 secara selektif dengan reagen keras, sehingga peneliti dapat mengarahkan hasil reaksi dengan memilih nukleofil yang tepat. Wujudnya sebagai cairan pada suhu ruang mempermudah penambahan bertahap melalui syringe pada reaksi bersuhu rendah yang menuntut kendali ketat.

Laboratorium di Indonesia memakai bahan ini pada penelitian sintesis total bahan alam, pengembangan metodologi reaksi asimetrik, serta kajian katalisis organik di perguruan tinggi dan lembaga riset. Sebagai substrat baku pada reaksi adisi konjugasi, senyawa ini juga sering dipilih untuk menguji kinerja katalis kiral baru karena hasilnya mudah dibandingkan dengan literatur. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memberi keluwesan antara pemakaian eksploratif berskala kecil dan rangkaian percobaan optimasi yang menuntut pengulangan konsisten.

  • Akseptor Michael pada adisi konjugasi: karbon beta bersubstituen metil menerima organokuprat dan nukleofil lunak untuk membentuk pusat kuaterner.
  • Sintesis kerangka terpenoid dan steroid: cincin sikloheksenon bermetil merupakan unit dasar yang sering muncul pada rute sintesis total bahan alam.
  • Uji katalis kiral baru: senyawa ini menjadi substrat baku pengujian sehingga hasil enansioselektivitas mudah dibandingkan dengan data yang telah dipublikasikan.
  • Reaksi anelasi Robinson: sistem enonnya menyediakan pasangan reaksi ideal untuk membangun sistem cincin terkondensasi dalam sintesis polisiklik.
  • Sintesis senyawa aroma dan turunan siklik: kerangka sikloheksenon menjadi bahan awal berbagai molekul bercincin enam dengan gugus fungsi teroksigenasi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 1193-18-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan dingin, tertutup rapat, terlindung dari cahaya

Simpan 3-Methyl-2-cyclohexen-1-one dalam botol aslinya yang tertutup rapat di lemari pendingin bahan kimia atau tempat sejuk yang jauh dari panas, api, dan sinar matahari langsung. Sebagai senyawa enon, bahan ini sebaiknya dilindungi dari paparan udara dan cahaya berkepanjangan agar tidak mengalami oksidasi maupun polimerisasi; mengaliri ruang kepala botol dengan gas inert setelah pemakaian merupakan praktik yang dianjurkan. Lakukan pemindahan di dalam lemari asam karena uapnya berbau tajam dan mengiritasi mata serta saluran pernapasan. Gunakan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta jauhkan dari basa kuat, amina, dan bahan pengoksidasi.

—