Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 142753-10-4

2-(N-Methyl-2-aminoethyl)-1,3-dioxolane TCI M1052

2-(N-Methyl-2-aminoethyl)-1,3-dioxolane TCI M1052

Identitas Kimia

No. CAS
142753-10-4
PubChem
CID 21975567·SID 87573023
Rumus molekul
C6H13NO2
Berat molekul
131.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(1,3-dioxolan-2-yl)-N-methylethanamine
SMILES
CNCCC1OCCO1
InChIKey
ZUUQKDDUUOFCNP-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 10.758.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 10.758.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1052 2-(N-Methyl-2-aminoethyl)-1,3-dioxolane adalah senyawa bifungsional yang memadukan cincin 1,3-dioksolana dengan rantai samping etil bergugus amina sekunder termetilasi. Cincin dioksolana pada senyawa ini sesungguhnya merupakan bentuk terlindung dari gugus aldehida, sehingga molekul ini dapat dipandang sebagai aldehida tersamar yang sekaligus membawa amina reaktif. Di laboratorium, peran utamanya adalah sebagai blok pembangun yang memungkinkan kimiawan memasang gugus aminoalkil terlebih dahulu, lalu membuka kedok aldehida pada tahap berikutnya ketika transformasi lanjutan benar-benar dibutuhkan.

Sifat yang membuatnya sangat dihargai adalah ortogonalitas kedua gugus fungsinya. Amina sekunder bersifat nukleofilik dan basa, siap menjalani asilasi, sulfonilasi, alkilasi, aminasi reduktif, maupun pembentukan urea dan karbamat, sementara cincin asetal tetap kokoh dalam kondisi netral hingga basa. Sebaliknya, cincin dioksolana dapat dibuka dengan mudah oleh hidrolisis asam berair untuk memunculkan gugus aldehida bebas. Strategi proteksi-deproteksi yang bersih inilah yang mencegah reaksi silang tak diinginkan antara amina dan aldehida di dalam satu molekul, masalah klasik yang kerap menyulitkan sintesis jika senyawa aldehida-amina bebas digunakan secara langsung.

Di laboratorium Indonesia, reagen ini bermanfaat bagi kelompok riset kimia organik sintetik dan kimia medisinal yang membangun kerangka molekul bertahap, termasuk pada penyusunan pustaka senyawa untuk penapisan aktivitas biologis. Kemasan 5 g memberi jumlah yang cukup untuk beberapa siklus percobaan, mulai dari penelusuran kondisi reaksi hingga pembuatan senyawa antara dalam skala miligram sampai gram yang lazim pada penelitian akademik.

  • Strategi aldehida terlindung: memungkinkan kimiawan membawa gugus aldehida melewati tahapan reaksi basa atau nukleofilik, lalu melepaskannya melalui hidrolisis asam terkendali.
  • Sintesis senyawa antara amina: gugus amina sekundernya siap diasilasi, disulfonilasi, atau dialkilasi untuk membangun kerangka molekul target pada program sintesis bertahap.
  • Aminasi reduktif berurutan: setelah deproteksi, aldehida yang terbentuk dapat langsung direaksikan dengan amina lain sehingga terbentuk rantai poliamin dengan panjang terkendali.
  • Pembangunan cincin heterosiklik: kombinasi amina dan aldehida tersamar memudahkan reaksi siklisasi intramolekul menuju sistem cincin nitrogen yang diinginkan peneliti.
  • Penyusunan pustaka kimia medisinal: berfungsi sebagai gugus penghubung bifungsional untuk menyambungkan fragmen farmakofor pada kegiatan penapisan struktur-aktivitas di laboratorium.

Merek TCI
Nomor CAS 142753-10-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik mengacu pada lembar spesifikasi produk untuk penampakan lot yang diterima
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, jauh dari asam

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta pisahkan dari asam kuat karena cincin asetal akan terhidrolisis bila terpapar kondisi asam dan lembap. Amina sekunder yang terkandung bersifat basa dan dapat menyerap karbon dioksida dari udara, sehingga wadah sebaiknya tidak dibiarkan terbuka lama; pengaliran gas inert sebelum penutupan membantu menjaga mutu. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan pemindahan di dalam lemari asam. Hindari kontak dengan kulit dan mata, dan baca Lembar Data Keselamatan Bahan terlebih dahulu.

  • Chandela dkk. (2022). Synthesis of 4′‐C‐(Aminoethyl)thymidine and 4′‐C‐[(N‐Methyl)aminoethyl] Thymidine Nucleosides to Enhance DNA Stability. Current Protocols doi:10.1002/cpz1.501

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.