Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 64120-49-6

1-(2-Methoxyphenoxy)-2-propanol TCI M1060

1-(2-Methoxyphenoxy)-2-propanol TCI M1060

Identitas Kimia

No. CAS
64120-49-6
PubChem
CID 22036327·SID 87573029
Rumus molekul
C10H14O3
Berat molekul
182.22 g/mol
Kemurnian
>90.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-(2-methoxyphenoxy)propan-2-ol
SMILES
CC(COC1=CC=CC=C1OC)O
InChIKey
CUJJTCXPBXHBTJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.757.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.757.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1060 1-(2-Methoxyphenoxy)-2-propanol adalah senyawa eter aromatik yang menggabungkan cincin guaiakol, yakni fenol bermetoksi, dengan rantai propanol melalui ikatan eter. Struktur ini menempatkan senyawa tersebut sebagai blok pembangun non-heterosiklik yang membawa gugus hidroksil sekunder bebas dan dua gugus eter. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai senyawa antara sintesis, pelarut khusus pada percobaan tertentu, sekaligus senyawa model dalam penelitian kimia lignin. Kombinasi kerangka guaiasil dan ikatan eter aril-alkil menjadikannya representasi sederhana dari motif struktural yang banyak dijumpai pada polimer alami.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah ketersediaan gugus hidroksil sekunder yang reaktif namun tidak terlalu terhalang, sehingga siap diesterifikasi, dieterifikasi, dioksidasi menjadi keton, atau diubah menjadi gugus pergi untuk substitusi nukleofilik. Ikatan eter aril-alkilnya relatif stabil dalam kondisi netral dan basa, namun dapat diputus melalui kondisi khusus, sifat yang justru menjadi inti perhatian pada penelitian pemecahan lignin. Gugus metoksi pada cincin meningkatkan kerapatan elektron aromatik dan memengaruhi pola substitusi lanjutan. Secara fisik, senyawa ini bersifat cukup polar namun tetap memiliki karakter organik yang kuat, sehingga larut baik dalam pelarut organik umum yang biasa tersedia di laboratorium.

Bagi laboratorium Indonesia, reagen ini relevan pada riset kimia organik, teknologi hasil hutan, kimia bahan alam, serta pengembangan produk farmasi, terutama karena kajian pemanfaatan lignin dari limbah biomassa semakin berkembang di berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset nasional. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan sesuai skala percobaan, dari uji pendahuluan hingga rangkaian percobaan katalisis yang lebih panjang.

  • Senyawa model lignin: mewakili motif ikatan eter aril-alkil pada lignin sehingga berguna untuk menguji katalis dan kondisi depolimerisasi tanpa kerumitan polimer alami sesungguhnya.
  • Sintesis senyawa antara farmasi: gugus hidroksil sekundernya siap diubah menjadi ester, eter, atau gugus pergi dalam jalur pembuatan molekul target yang lebih kompleks.
  • Kajian oksidasi selektif: dipakai sebagai substrat untuk menilai kemampuan katalis mengoksidasi alkohol sekunder menjadi keton tanpa mengganggu ikatan eter aromatik.
  • Penelitian kimia guaiakol: menyediakan kerangka guaiasil terfungsionalisasi untuk mempelajari reaktivitas cincin aromatik kaya elektron pada berbagai transformasi organik.
  • Bahan pembanding analitik: berperan sebagai senyawa rujukan pada analisis kromatografi produk konversi lignin maupun campuran senyawa aromatik hasil percobaan laboratorium.

Merek TCI
Nomor CAS 64120-49-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik mengacu pada lembar spesifikasi produk untuk penampakan lot yang diterima
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat, terlindung dari cahaya langsung

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung serta jauh dari oksidator kuat dan sumber panas. Wadah kaca dengan penutup ulir berlapis merupakan pilihan yang sesuai, dan sebaiknya hindari penyimpanan dalam wadah plastik lunak untuk jangka panjang. Tutup kembali botol segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap uap air maupun teroksidasi perlahan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penuangan di dalam lemari asam karena senyawa aromatik dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan.

—