Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 139015-33-1

(3R)-(+)-3-(Methylamino)pyrrolidine TCI M1107

(3R)-(+)-3-(Methylamino)pyrrolidine TCI M1107

Identitas Kimia

No. CAS
139015-33-1
PubChem
CID 10261056·SID 87573073
Rumus molekul
C5H12N2
Berat molekul
100.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(3R)-N-methylpyrrolidin-3-amine
SMILES
CN[C@@H]1CCNC1
InChIKey
NGZYRKGJWYJGRS-RXMQYKEDSA-N
Harga reguler Rp 3.975.300,00
Harga reguler Rp 2.795.100,00 Harga obral Rp 3.975.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1107 (3R)-(+)-3-(Methylamino)pyrrolidine adalah blok pembangun kiral berupa cincin pirolidin dengan gugus metilamino pada posisi 3 dalam konfigurasi R yang terdefinisi. Senyawa ini termasuk kelompok diamina siklik yang sangat dicari dalam kimia medisinal karena menyediakan dua titik nitrogen dengan reaktivitas berbeda sekaligus pusat stereogenik yang menentukan bentuk tiga dimensi molekul akhir. Dalam sintesis senyawa bioaktif, konfigurasi absolut pada posisi ini kerap menjadi penentu apakah suatu molekul dapat berikatan secara optimal dengan target biologisnya atau tidak.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kemurnian kiral yang terdefinisi sejak awal rute sintesis. Dengan memulai dari bahan enansiomer tunggal, peneliti terhindar dari kerumitan pemisahan rasemat pada tahap akhir yang biasanya memakan waktu, biaya, dan mengorbankan separuh material. Nitrogen cincin yang merupakan amina sekunder bersifat nukleofilik kuat dan lazim dipakai dalam substitusi nukleofilik aromatik maupun kopling silang berkatalis logam, sementara gugus metilamino pada rantai samping memberikan titik fungsionalisasi kedua. Sifat basa yang kuat dari kedua nitrogen juga memudahkan pembentukan garam untuk pemurnian dan penyimpanan.

Laboratorium sintesis asimetris dan kimia medisinal di Indonesia memanfaatkan blok pembangun kiral semacam ini dalam riset pengembangan senyawa antibakteri dan molekul aktif lain, serta dalam kajian akademik mengenai pengaruh stereokimia terhadap aktivitas biologis. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan sifat pemakaian bahan kiral yang umumnya dipakai pada skala kecil namun menuntut mutu tinggi.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis senyawa antibakteri golongan kuinolon, karena gugus aminopirolidin pada posisi tertentu inti kuinolon berperan penting terhadap spektrum aktivitas dan sifat farmakokinetik molekul.
  • Sintesis asimetris senyawa bioaktif, sebab enansiomer tunggal ini menetapkan stereokimia produk sejak awal tanpa memerlukan pemisahan rasemat yang boros material di tahap akhir.
  • Kopling silang pembentukan ikatan C–N, mengingat amina siklik sekundernya merupakan nukleofil yang efektif dalam reaksi Buchwald-Hartwig maupun substitusi nukleofilik aromatik.
  • Penyusunan pustaka senyawa stereokimia terkendali, karena tersedianya pasangan enansiomer memungkinkan perbandingan langsung aktivitas biologis antara dua konfigurasi absolut.
  • Pengembangan ligan dan organokatalis kiral, sebab kerangka pirolidin dengan pusat stereogenik merupakan tulang punggung banyak katalis amina dalam katalisis asimetris.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 139015-33-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik rujuk lembar data produk dari pabrikan
Penyimpanan simpan sejuk, tertutup rapat, terlindung cahaya, sebaiknya di bawah gas inert

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap; penyimpanan pada suhu dingin sangat dianjurkan untuk menjaga kemurnian kiral dan kimia dalam jangka panjang. Amina alifatik mudah menyerap karbon dioksida dan uap air dari udara, sehingga wadah sebaiknya dibilas dengan nitrogen atau argon sebelum ditutup kembali setelah setiap pengambilan. Lakukan seluruh penanganan di dalam lemari asam karena uap amina berbau tajam dan bersifat iritatif terhadap mata serta saluran pernapasan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta rujuk Lembar Data Keselamatan Bahan.

  • Kumar dkk. (2003). A short, simple and general approach for the synthesis of (3S,4S)-3-methoxy-4-methylamino pyrrolidine and (3S,4R)-3-methoxy-4-methylamino pyrrolidine. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(03)01362-5
  • Newman dkk. (1999). Co-ordination chemistry of 3S-aminopyrrolidine and 3S-(methylamino)pyrrolidine: crystallisation of the two diastereomers of dichloro[3S-(R,S-methylamino)pyrrolidine]palladium(II). Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions doi:10.1039/a808959k

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.