4-Methoxy-2-nitrophenol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan gugus nitro dan metoksil yang memberikan sifat reaktif dan fungsi sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa farmakologis, bahan polimer, dan produk kimia industri.
Karena memiliki struktur aromatik yang stabil dan reaktivitas yang baik, 4-Methoxy-2-nitrophenol sangat diminati dalam berbagai reaksi substitusi dan reduksi. Sifatnya yang mudah bereaksi dengan berbagai reagen membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia organik dan farmasi. Banyak institusi pendidikan dan penelitian mengandalkan produk ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku kimia dengan reaktivitas tinggi. Ketersediaan dan kualitasnya yang baik menjadikannya pilihan utama dalam penelitian lokal.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan gugus nitro dan metoksil
- Reaksi substitusi aromatik untuk pembuatan senyawa kompleks
- Pengembangan bahan polimer dengan sifat tertentu
- Penelitian kimia organik dalam bidang industri kimia
- Eksperimen kimia untuk studi reaktivitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1568-70-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan |
4-Methoxy-2-nitrophenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini bersifat kimia yang perlu dihindari dari paparan panas atau bahan kimia reaktif lainnya.
—


