TCI M1824 Mono(2-acryloyloxyethyl) Succinate adalah monomer akrilat berfungsi ganda yang membawa gugus akrilat dapat berpolimerisasi pada satu ujung dan gugus asam karboksilat bebas pada ujung lain, dihubungkan melalui jembatan suksinat dan etilena glikol. Produk ini distabilkan dengan MEHQ untuk mencegah polimerisasi dini selama penyimpanan dan pengiriman. Di laboratorium bahan dan polimer, monomer semacam ini berperan sebagai komonomer fungsional yang menyisipkan gugus asam ke dalam rantai polimer, sehingga sifat permukaan, kepolaran, dan daya rekat produk akhir dapat diatur secara terarah.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah kehadiran gugus karboksilat bebas yang tidak ikut bereaksi saat polimerisasi radikal berlangsung. Gugus asam tersebut meningkatkan adhesi terhadap permukaan polar seperti logam, kaca, dan substrat mineral, memperbaiki kompatibilitas dengan sistem berbasis air, serta menyediakan titik sambung untuk reaksi lanjutan misalnya pembentukan garam, amida, atau ikatan silang ionik. Sementara itu gugus akrilat memberikan laju polimerisasi yang cepat di bawah inisiasi radikal maupun penyinaran ultraviolet. Wujudnya yang umumnya berupa cairan kental memudahkan pencampuran ke dalam formulasi resin, namun menuntut kehati-hatian terhadap panas dan pengadukan yang menimbulkan gesekan berlebih.
Di Indonesia, monomer ini dipakai di laboratorium riset material, pengembangan tinta dan pelapis curing ultraviolet, riset perekat, serta penelitian bahan kedokteran gigi di lingkungan perguruan tinggi. Tersedianya kemasan 25 g dan 500 g memungkinkan pemakaian mulai dari percobaan formulasi skala kecil hingga uji coba pembuatan resin berulang di laboratorium pengembangan produk.
- Komonomer pemberi gugus asam: menyisipkan karboksilat bebas ke dalam rantai polimer akrilat sehingga kepolaran dan kemampuan pembasahan permukaan dapat diatur peneliti.
- Formulasi pelapis curing ultraviolet: gugus akrilat berpolimerisasi cepat di bawah penyinaran sehingga cocok untuk penelitian tinta, pernis, dan lapisan pelindung berbasis foto.
- Riset perekat dan primer: gugus asam meningkatkan daya lekat pada substrat logam dan mineral yang sulit direkati oleh akrilat nonpolar biasa.
- Pengembangan resin kedokteran gigi: monomer asam fungsional banyak dikaji sebagai komponen adhesi pada sistem bonding yang menuntut ikatan kuat dengan jaringan keras.
- Sintesis polimer dispersi air: gugus karboksilat dapat dinetralkan menjadi garam sehingga membantu menstabilkan emulsi dan dispersi polimer pada penelitian sistem berbasis air.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50940-49-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | umumnya cairan kental; distabilkan dengan MEHQ |
| Penyimpanan | simpan sejuk, gelap, jauh dari panas dan sumber radikal; jangan disimpan di bawah gas inert bebas oksigen |
Monomer akrilat dapat berpolimerisasi sendiri bila terpapar panas, cahaya, atau kontaminan radikal, sehingga penyimpanan harus dilakukan di tempat sejuk dan gelap dengan wadah tertutup rapat. Inhibitor MEHQ memerlukan sedikit oksigen terlarut agar tetap bekerja, karena itu jangan membilas wadah dengan gas inert dan jangan memindahkan bahan ke wadah yang sepenuhnya bebas udara. Hindari kontak dengan kulit dan mata karena akrilat bersifat iritan dan berpotensi menimbulkan sensitisasi. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan lemari asam, serta jauhkan dari peroksida, asam kuat, dan basa kuat.
—
