Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 61545-99-1

1-Methyl-3-n-octylimidazolium Bromide TCI M1904

1-Methyl-3-n-octylimidazolium Bromide TCI M1904
Harga reguler Rp 1.353.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.353.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1-Methyl-3-n-octylimidazolium Bromide dari TCI dengan kode katalog M1904 adalah cairan ionik berbasis kation imidazolium dengan rantai oktil panjang dan anion bromida. Cairan ionik merupakan garam organik yang meleleh pada suhu relatif rendah sehingga dapat digunakan sebagai medium reaksi tanpa memerlukan pelarut molekuler konvensional. Di laboratorium, bahan ini dimanfaatkan sebagai pelarut alternatif, medium ekstraksi, elektrolit, dan sekaligus sebagai prekursor untuk menghasilkan cairan ionik lain melalui reaksi pertukaran anion yang mudah dilakukan.

Sifat yang menjadikannya menarik adalah tekanan uap yang sangat rendah, kemampuan melarutkan senyawa organik maupun anorganik yang beragam, serta rentang stabilitas termal yang lebar dibandingkan pelarut organik biasa. Rantai n-oktil pada kation memberi karakter amfifilik, sehingga senyawa ini menunjukkan perilaku mirip surfaktan dan mampu berinteraksi dengan antarmuka air-minyak maupun permukaan padatan. Anion bromida relatif mudah dipertukarkan dengan anion lain seperti tetrafluoroborat, heksafluorofosfat, atau bis(trifluorometanasulfonil)imida, sehingga satu bahan awal dapat menurunkan berbagai cairan ionik dengan polaritas dan kelarutan yang dirancang sesuai kebutuhan penelitian.

Di Indonesia, penggunaannya berkembang pada laboratorium kimia hijau, elektrokimia, pemrosesan biomassa, serta pemisahan dan ekstraksi di perguruan tinggi dan lembaga riset. Minat pada pelarut yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang membuat cairan ionik menjadi topik penelitian yang aktif. Kemasan 5 g sesuai untuk percobaan penapisan awal, sementara kemasan 25 g mendukung penelitian berulang, optimasi kondisi, dan pengujian daur ulang medium reaksi.

  • Pelarut alternatif pada reaksi organik dan katalisis, karena tekanan uapnya yang sangat rendah mengurangi emisi pelarut sekaligus mendukung prinsip kimia hijau.
  • Prekursor sintesis cairan ionik lain, sebab anion bromidanya mudah dipertukarkan sehingga peneliti dapat menyesuaikan polaritas dan kelarutan medium reaksi.
  • Medium ekstraksi dan pemisahan senyawa, karena sifat amfifilik rantai oktilnya memungkinkan interaksi selektif dengan analit organik pada sistem dua fase.
  • Komponen elektrolit dalam kajian elektrokimia, sebab strukturnya yang ionik menghantarkan muatan tanpa memerlukan penambahan garam pendukung dari luar.
  • Bahan penelitian pemrosesan biomassa dan pelarutan polisakarida, karena cairan ionik imidazolium dikenal mampu memutus jaringan ikatan hidrogen pada material alami.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog M1904
Nomor CAS 61545-99-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Specialty Synthesis > Ionic Liquids
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik umumnya berupa cairan kental hingga semi-padat, bergantung pada suhu ruang penyimpanan
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan udara

Simpan cairan ionik ini dalam wadah kaca bertutup rapat dan letakkan di tempat sejuk, kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Cairan ionik berbasis halida umumnya bersifat higroskopis, sehingga penyerapan uap air dapat mengubah viskositas dan memengaruhi hasil percobaan; menutup wadah segera setelah digunakan menjadi kebiasaan yang penting. Bila diperlukan medium yang benar-benar kering, lakukan pengeringan vakum sesuai prosedur laboratorium sebelum pemakaian. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, serta hindari kontak langsung dengan kulit karena sifat surfaktannya dapat menimbulkan iritasi.

—