2-Methyl-4,6-bis(trichloromethyl)-1,3,5-triazine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi industri dan penelitian, terutama dalam pembuatan bahan kimia sintetik yang memiliki struktur kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku utama dalam proses pembentukan senyawa dengan struktur triazin yang memiliki aplikasi luas.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi substitusi dan reaksi kimia lainnya. Karena memiliki rantai trichloromethyl yang dapat berpartisipasi dalam reaksi kimia, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa organik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian kimia organik dan sintesis senyawa kompleks.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian terkait kimia organik, farmasi, dan material. Karena keberadaannya yang relatif stabil dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia, senyawa ini sering ditemukan dalam laboratorium yang fokus pada sintesis senyawa heterosiklik.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian farmasi
- Pembuatan bahan baku kimia untuk industri farmasi dan plastik
- Reaksi substitusi pada struktur triazin untuk pengembangan senyawa baru
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa organik
- Pengembangan material kimia sintetik dengan struktur kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 949-42-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat kimianya yang reaktif, penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, wadah harus ditempatkan di area yang terpisah dari bahan kimia lain yang tidak kompatibel untuk mencegah risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
—


