Manidipine Dihydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan biofarmaka. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen farmakologi yang digunakan untuk eksperimen ilmiah, terutama dalam pengembangan obat dan studi mekanisme kerja obat. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan sistem saraf dan efek vasodilatasi. Dalam laboratorium, Manidipine Dihydrochloride berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan uji dalam uji aktivitas biologis.
Manidipine Dihydrochloride memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai proses kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki tingkat keamanan yang cukup baik dalam penggunaan eksperimental, sehingga cocok untuk penelitian di lingkungan laboratorium. Ketersediaan dalam bentuk padat memudahkan proses penggunaan dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, Manidipine Dihydrochloride digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmasi, dan biomedis. Bahan ini sering ditemukan dalam studi tentang efek obat pada jaringan tubuh manusia dan hewan. Peneliti di Indonesia juga menggunakan bahan ini untuk pengembangan obat baru dan uji klinis di tingkat laboratorium.
- Penelitian tentang efek vasodilatasi pada sistem peredaran darah
- Uji aktivitas farmakologis senyawa baru dalam pengembangan obat
- Analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa dalam sampel biologis
- Studi mekanisme kerja obat pada jaringan target
- Pengembangan senyawa kimia untuk terapi medis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 89226-75-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Manidipine Dihydrochloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari atau kelembapan berlebihan, karena dapat memengaruhi stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap harus dihandle dengan hati-hati untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Sivasubramanian dkk. (2009). Quantitative analysis of manidipine dihydrochloride in bulk and synthetic mixtures by visible spectrophotometry. Journal of Young Pharmacists doi:10.4103/0975-1483.55752
- Barboza dkk. (2014). PCL/PHBV Microparticles as Innovative Carriers for Oral Controlled Release of Manidipine Dihydrochloride. The Scientific World Journal doi:10.1155/2014/268107
- Mercorelli dkk. (2018). Repurposing the clinically approved calcium antagonist manidipine dihydrochloride as a new early inhibitor of human cytomegalovirus targeting the Immediate-Early 2 (IE2) protein. Antiviral Research doi:10.1016/j.antiviral.2017.12.014
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
