Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1569-16-0

2-Methyl-1,8-naphthyridine TCI M2352

2-Methyl-1,8-naphthyridine TCI M2352

Identitas Kimia

No. CAS
1569-16-0
PubChem
CID 74073·SID 172089028
Rumus molekul
C9H8N2
Berat molekul
144.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-methyl-1,8-naphthyridine
SMILES
CC1=NC2=C(C=CC=N2)C=C1
InChIKey
FSWRUYCICUXURT-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.995.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.995.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Methyl-1,8-naphthyridine adalah senyawa heterosiklik aromatik yang tersusun atas dua cincin piridina terkondensasi dengan kedua atom nitrogen berada pada posisi 1 dan 8, ditambah gugus metil pada posisi 2. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan heterosiklik sekaligus kerangka ligan, karena susunan kedua nitrogennya yang berhadapan menghasilkan celah koordinasi bidentat yang khas. Kerangka 1,8-naftiridina juga merupakan inti yang dikenal luas pada berbagai senyawa bioaktif dan bahan berpendar, sehingga sering menjadi titik awal perancangan molekul fungsional.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah perpaduan antara kemampuan mengikat logam dan kemudahan derivatisasi. Sebagai ligan, kerangka 1,8-naftiridina mampu menjembatani dua pusat logam yang berdekatan atau mengikat satu logam secara bidentat, sebuah fitur yang dimanfaatkan dalam kimia koordinasi dan katalisis aktivasi ikatan C–H. Sementara itu, gugus metil pada posisi 2 bersifat relatif asam karena bersebelahan dengan nitrogen cincin, sehingga dapat dideprotonasi lalu dikondensasikan dengan aldehida atau dialkilasi untuk membentuk turunan berkerangka lebih panjang. Sistem aromatik luasnya juga memberikan sifat serapan dan emisi yang menarik bagi penelitian material.

Di Indonesia, senyawa ini umumnya dipakai pada riset kimia anorganik, kimia organik sintetik, dan ilmu material di perguruan tinggi serta lembaga penelitian, terutama untuk penyiapan ligan kompleks logam dan probe berpendar. Kemasan 1 g cukup memadai bagi kebutuhan penelitian skala laboratorium yang biasanya hanya memerlukan bahan dalam jumlah milligram pada setiap percobaan.

  • Sintesis ligan untuk kompleks logam transisi, karena posisi kedua nitrogen memungkinkan koordinasi bidentat maupun penjembatanan dua pusat logam yang berdekatan.
  • Penelitian katalisis aktivasi ikatan C–H, sebab kerangka naftiridina dikenal sebagai motif ligan yang membantu menstabilkan spesies antara pada siklus katalitik logam transisi.
  • Pembuatan turunan berkerangka panjang melalui kondensasi, mengingat gugus metil pada posisi 2 dapat dideprotonasi lalu direaksikan dengan aldehida aromatik menghasilkan sistem terkonjugasi.
  • Pengembangan probe dan bahan berpendar, karena sistem aromatik terkondensasi kaya nitrogen memberikan sifat serapan dan emisi yang responsif terhadap lingkungan maupun ion logam.
  • Sintesis senyawa bioaktif berbasis naftiridina, sebab inti ini merupakan kerangka yang telah lama dikenal dalam riset kimia medisinal heterosiklik.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 1569-16-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; ikuti label serta lembar data produk

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, jauh dari asam kuat dan bahan pengoksidasi kuat. Sebagai senyawa basa lemah berbasis nitrogen, bahan ini sebaiknya tidak disimpan berdampingan dengan uap asam agar tidak membentuk garam yang mengubah kelarutan dan penimbangan. Wadah kaca amber bertutup ulir memadai untuk penyimpanan rutin. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; lakukan penimbangan di dalam lemari asam karena serbuk heterosiklik dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Kelola sisa bahan sebagai limbah kimia organik.

—