Methyl 5-Chlorothiophene-2-carboxylate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa heterosiklik. Senyawa ini memiliki struktur yang mengandung tiophene, sebuah cincin heterosiklik yang sering ditemukan dalam berbagai senyawa organik aktif biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam reaksi kimia yang mengarah ke pembentukan senyawa dengan aktivitas farmakologis atau industri. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan sintesis molekul kompleks.
Senyawa ini memiliki karakteristik kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam kondisi tertentu. Struktur molekulnya yang kompleks memberikan fleksibilitas dalam modifikasi kimia, sehingga memperluas aplikasinya dalam berbagai bidang ilmu. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk larut dalam pelarut organik membuatnya mudah digunakan dalam berbagai proses sintesis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, farmasi, dan material. Peneliti lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Dengan dukungan infrastruktur laboratorium yang semakin berkembang, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang diminati dalam penelitian ilmiah di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Penelitian dalam bidang farmakologi dan biokimia
- Pembuatan senyawa dengan aktivitas antioksidan atau antijamur
- Pengembangan material polimer dan komposit organik
- Studi tentang reaktivitas senyawa tiophene dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 35475-03-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, perlu memperhatikan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Dalam laboratorium, senyawa ini harus ditempatkan di area yang terpisah dari bahan kimia yang bersifat reaktif atau mudah terbakar.
—


