Mupirocin adalah antibiotik yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium untuk menghambat pertumbuhan bakteri, terutama bakteri gram-positif seperti *Staphylococcus aureus*. Sebagai reagen kimia, Mupirocin memiliki aktivitas antimikroba yang kuat dan digunakan dalam penelitian terkait mikrobiologi, farmakologi, dan biokimia. Produk ini sangat penting dalam pengujian antibakteri, uji sensitivitas, dan pengembangan obat baru. Dalam konteks laboratorium, Mupirocin sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai agen penghambat dalam eksperimen kultur sel.
Mupirocin memiliki sifat kimia stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa mengalami degradasi. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang spesifik, yang memungkinkan aktivitasnya terhadap bakteri tertentu. Karena sifat ini, Mupirocin dipilih sebagai bahan utama dalam penelitian yang memerlukan penghambatan pertumbuhan bakteri secara selektif. Selain itu, Mupirocin memiliki tingkat keamanan yang cukup baik dalam penggunaan laboratorium, sehingga cocok untuk eksperimen yang memerlukan ketelitian dan konsistensi.
Di laboratorium Indonesia, Mupirocin digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan masyarakat, farmasi, dan mikrobiologi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium yang fokus pada pengendalian infeksi, pengujian antibiotik, dan pengembangan produk kesehatan. Karena kehandalannya dalam menghambat bakteri, Mupirocin menjadi pilihan utama untuk eksperimen yang memerlukan bahan antimikroba efektif dan terukur.
- Uji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik
- Pengembangan obat baru dengan aktivitas antimikroba spesifik
- Penelitian tentang mekanisme kerja antibiotik pada bakteri gram-positif
- Pengujian kualitas bahan baku dalam produksi farmasi
- Analisis mikrobiologi untuk mengendalikan infeksi di lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 12650-69-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Mupirocin harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi atau penurunan kualitas. Selalu gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap dianggap sebagai bahan kimia yang perlu diperlakukan dengan hati-hati.
- van der Sluis dkk. (1998). Prophylactic mupirocin could reduce orthopedic wound infections: 1,044 patients treated with mupirocin compared with 1,260 historical controls. Acta Orthopaedica Scandinavica doi:10.3109/17453679808999058
- Ciftci dkk. (2002). Mupirocin vs terbinafine in impetigo. The Indian Journal of Pediatrics doi:10.1007/bf02722704
- NAKAGAWA dkk. (2001). Detection of Mupirocin Resistant Staphylococci from Patients Treated with Mupirocin. Journal of the Japanese Association for Infectious Diseases doi:10.11150/kansenshogakuzasshi1970.75.7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
