2-Methyl-5-nitrobenzaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Senyawa ini memiliki struktur aldehida dengan substituen metil dan nitro pada cincin benzena, sehingga memiliki reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reduksi, substitusi, dan reaksi nucleofilik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi senyawa farmakologis, bahan pewarna, maupun produk kimia industri.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, 2-Methyl-5-nitrobenzaldehyde menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi sintesis. Senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses pemisahan dan isolasi. Selain itu, senyawa ini mudah tersedia dalam berbagai kemasan, menjadikannya praktis untuk penggunaan dalam skala laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di universitas dan lembaga penelitian. Ketersediaan dan keandalan produk ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan mahasiswa yang sedang mengembangkan proyek kimia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur aldehida dan substituen nitro
- Reaksi reduksi untuk menghasilkan senyawa aromatik dengan struktur berbeda
- Pembuatan bahan pewarna alami dan sintetis dalam bidang kimia organik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa dengan struktur kompleks
- Pengembangan produk kimia industri seperti bahan baku plastik atau bahan kimia khusus
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 16634-91-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena bersifat kimia aktif, penggunaan harus dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol, seperti di dalam fume hood. Selain itu, harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
—
