Cepharanthine, dengan nomor CAS 481-49-2, adalah senyawa alkaloid yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah. Bahan ini dikenal karena kemampuannya dalam berbagai reaksi kimia dan aplikasi biokimia, terutama dalam studi tentang aktivitas biologis senyawa alkaloid. Cepharanthine sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks dan dalam uji aktivitas farmakologis. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk penelitian terkait efek biologis dan mekanisme kerja senyawa tertentu.
Cepharanthine memiliki sifat kimia yang stabil dan memungkinkan reaktivitas yang baik dalam berbagai kondisi laboratorium. Senyawa ini juga memiliki daya tahan terhadap perubahan lingkungan tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Karena sifat ini, Cepharanthine menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan konsistensi dan keandalan hasil.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Cepharanthine digunakan untuk penelitian terapan di bidang farmakologi, biokimia, dan ilmu kesehatan. Bahan ini sangat relevan dalam upaya pengembangan obat baru dan studi tentang efek senyawa alkaloid terhadap tubuh manusia. Dengan adanya bahan ini, peneliti Indonesia dapat melakukan eksperimen yang lebih akurat dan mendukung inovasi ilmiah di bidang kesehatan.
- Penelitian farmakologi untuk menguji aktivitas obat
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang kimia organik
- Uji aktivitas biologis alkaloid pada sel manusia
- Analisis komposisi senyawa dalam sampel biologis
- Pengembangan produk farmasi berbasis alkaloid
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 481-49-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Cepharanthine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Penyimpanan dalam suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Dalam penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi atau reaksi tidak diinginkan.
- Yi dkk. (2025). Identification of Cepharanthine as a Potential Therapy of Acid Sphingomyelinase Deficiency by Reducing Cellular Sphingosylphosphorylcholine. Journal of Inherited Metabolic Disease doi:10.1002/jimd.70125
- Bailly (2019). Cepharanthine: An update of its mode of action, pharmacological properties and medical applications. Phytomedicine doi:10.1016/j.phymed.2019.152956
- Yagyuu dkk. (2023). Cepharanthine and Oral Lichen Planus Efficacy (COLE) study: protocol for a multicentre randomised controlled study assessing the efficacy and safety of cepharanthine with topical corticosteroids in oral lichen planus. BMJ Open doi:10.1136/bmjopen-2023-074279
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
