Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1235234-47-5

1-(2-Methoxyethyl)-1-methylpyrrolidinium Bis(fluorosulfonyl)imide TCI M2998

1-(2-Methoxyethyl)-1-methylpyrrolidinium Bis(fluorosulfonyl)imide TCI M2998
Harga reguler Rp 2.199.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.199.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M2998 adalah 1-(2-Methoxyethyl)-1-methylpyrrolidinium Bis(fluorosulfonyl)imide, sebuah cairan ionik yang tersusun dari kation pirolidinium tersubstitusi eter dan anion bis(fluorosulfonil)imida atau FSI. Cairan ionik merupakan garam yang berwujud cair pada suhu relatif rendah dan hampir tidak memiliki tekanan uap, sehingga berperan sebagai pelarut serta elektrolit non-konvensional di laboratorium. Bahan ini secara khusus banyak diteliti dalam bidang penyimpanan energi, terutama sebagai komponen elektrolit pada baterai litium-ion dan natrium-ion serta pada kajian antarmuka elektrokimia.

Sifat yang membuat senyawa ini menarik adalah gabungan antara kation pirolidinium yang memiliki jendela elektrokimia lebar dan anion FSI yang dikenal memberikan viskositas rendah serta konduktivitas ionik baik dibandingkan anion imida lainnya. Rantai 2-metoksietil pada kation menambahkan gugus eter yang meningkatkan fleksibilitas rantai dan membantu menurunkan viskositas sekaligus mendukung pelarutan garam litium. Sebagai cairan ionik, bahan ini praktis tidak mudah menguap dan memiliki sifat tidak mudah terbakar, dua karakteristik yang sangat dihargai pada riset elektrolit karena menyangkut aspek keamanan sistem penyimpanan energi.

Di laboratorium Indonesia, bahan semacam ini banyak digunakan pada kelompok riset material dan energi terbarukan di perguruan tinggi, pusat penelitian baterai, serta laboratorium elektrokimia yang mengembangkan sel dan superkapasitor. Pilihan kemasan 1 gram dan 5 gram membuat peneliti dapat memulai dari percobaan sel skala koin dengan jumlah kecil, kemudian meningkatkan skala pengujian bila hasil awal menunjukkan kinerja yang menjanjikan.

  • Riset elektrolit baterai litium-ion, karena cairan ionik berbasis FSI memberikan konduktivitas ionik memadai dan jendela stabilitas elektrokimia yang lebar untuk pengujian sel.
  • Pengembangan elektrolit baterai natrium-ion, sebab kombinasi kation pirolidinium dan anion FSI kompatibel dengan garam natrium untuk pengujian sel alternatif non-litium.
  • Studi antarmuka elektroda-elektrolit, mengingat anion FSI dikenal berperan dalam pembentukan lapisan antarmuka pada permukaan elektroda yang menjadi fokus banyak penelitian.
  • Media reaksi kimia hijau sebagai pengganti pelarut organik volatil, karena tekanan uapnya sangat rendah sehingga mengurangi emisi pelarut di laboratorium.
  • Riset superkapasitor dan perangkat elektrokimia lain, sebab sifat tidak mudah menguap memungkinkan pengoperasian perangkat pada rentang suhu yang lebih luas.

Merek TCI
Nomor CAS 1235234-47-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Specialty Synthesis > Ionic Liquids [Specialty Synthesis]
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik cairan ionik (ionic liquid)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan; ikuti petunjuk label pabrikan
  • Kode produk: M2998

Cairan ionik bersifat higroskopis sehingga mudah menyerap uap air dari udara, dan kandungan air sekecil apa pun dapat mengganggu pengukuran elektrokimia. Simpan dalam wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di dalam desikator atau glovebox berisi gas inert bila digunakan untuk riset elektrolit. Pemindahan sebaiknya dilakukan dengan alat suntik atau pipet kering guna menghindari kontaminasi. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan, serta bekerja di ruang berventilasi baik. Hindari kontak dengan kulit dan mata, dan selalu merujuk Lembar Data Keselamatan Bahan dari pabrikan.

—