Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 619-26-1

N-Methyl-3-nitroaniline TCI M3042

N-Methyl-3-nitroaniline TCI M3042

Identitas Kimia

No. CAS
619-26-1
PubChem
CID 219622·SID 354335276
Rumus molekul
C7H8N2O2
Berat molekul
152.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N-methyl-3-nitroaniline
SMILES
CNC1=CC(=CC=C1)[N+](=O)[O-]
InChIKey
IKSRCCUOUJJGAU-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.538.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.538.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3042 N-Methyl-3-nitroaniline adalah turunan anilina yang membawa gugus nitro pada posisi meta cincin benzena dan gugus metil pada atom nitrogen amina. Senyawa ini termasuk kelompok building block non-heterosiklik, yakni bahan baku sederhana yang dipakai untuk membangun molekul yang lebih rumit. Peranannya di laboratorium adalah menyediakan kerangka aromatik yang sudah memiliki dua gugus fungsi terpasang pada posisi relatif tertentu, sehingga peneliti dapat langsung melanjutkan ke tahap transformasi tanpa perlu melakukan nitrasi atau metilasi terlebih dahulu.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah pola substitusi meta serta sifat amina sekunder yang dibawanya. Gugus nitro bersifat penarik elektron kuat dan dapat direduksi secara selektif menjadi gugus amino, menghasilkan turunan fenilendiamina tersubstitusi yang menjadi prekursor penting bagi banyak senyawa heterosiklik dan pewarna. Sementara itu, nitrogen amina sekunder masih menyisakan satu atom hidrogen yang dapat diasilasi, disulfonilasi, atau dialkilasi lebih lanjut. Pengaturan meta juga menghindari efek resonansi langsung antara kedua gugus, sehingga reaktivitas masing-masing lebih mudah diprediksi dibandingkan isomer orto maupun para.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan pada riset kimia organik sintetis, kimia medisinal, serta pengembangan bahan pewarna dan material fungsional di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Tersedia dalam kemasan 1 g untuk percobaan penjajakan dan optimasi kondisi, serta 5 g bagi kelompok riset yang menjalankan beberapa tahap sintesis berurutan atau menyiapkan sejumlah turunan sekaligus.

  • Prekursor reduksi menjadi diamina — gugus nitro dapat direduksi selektif menghasilkan N-metil-m-fenilendiamina yang berguna sebagai bahan awal sintesis heterosiklik dan pewarna.
  • Sintesis senyawa heterosiklik — kerangka amina aromatik tersubstitusi dipakai membangun benzimidazol, kuinoksalin, dan cincin nitrogen lain melalui kondensasi setelah tahap reduksi.
  • Pembangunan pustaka kimia medisinal — amina sekunder aromatik yang teraktivasi memungkinkan asilasi dan sulfonilasi untuk menghasilkan seri analog dengan variasi struktur terkendali.
  • Kajian efek substituen — pola substitusi meta menjadi model yang baik untuk mempelajari pengaruh elektronik gugus nitro terhadap reaktivitas dan sifat spektroskopi cincin aromatik.
  • Sintesis pewarna dan material fungsional — turunan nitroanilina merupakan bahan antara klasik bagi zat warna azo serta senyawa dengan sifat optik menarik di laboratorium material.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 619-26-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik umumnya padatan berwarna; konfirmasikan pada label dan CoA lot yang diterima
Penyimpanan simpan tertutup rapat, sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari oksidator kuat, asam kuat, serta sumber panas dan nyala api. Turunan nitroaromatik dan anilina perlu ditangani dengan hati-hati karena berpotensi diserap melalui kulit dan dapat menimbulkan iritasi. Lakukan penimbangan serta penyiapan larutan di dalam lemari asam, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium tertutup. Hindari menghirup debu, cuci tangan setelah bekerja, dan kumpulkan sisa bahan maupun tumpahan sebagai limbah kimia yang dibuang menurut prosedur laboratorium yang berlaku.

—