TCI M3143 2-Maleimidoacetic Acid adalah pereaksi penghubung bifungsional yang menggabungkan gugus maleimida dan gugus asam karboksilat dalam satu molekul berukuran kecil. Di laboratorium biologi kimia, senyawa ini berperan sebagai jembatan antara dua molekul yang berbeda sifat kimianya: gugus maleimida bereaksi selektif dengan tiol bebas seperti residu sistein pada protein atau peptida, sedangkan gugus asam karboksilat dapat diaktifkan untuk membentuk ikatan amida dengan amina. Kombinasi ini menjadikannya alat dasar untuk merakit konjugat protein, label fluoresen, dan berbagai konstruksi bioconjugate lain secara terkendali.
Sifat yang membuat pereaksi ini dipilih adalah reaktivitas maleimida terhadap tiol yang sangat selektif pada rentang pH sedikit asam hingga netral, sehingga reaksi dapat berlangsung tanpa mengganggu gugus amina pada protein. Jarak penghubung yang sangat pendek merupakan keunggulan tersendiri ketika peneliti ingin meminimalkan fleksibilitas dan jarak antara dua komponen konjugat, misalnya agar orientasi molekul tetap terjaga. Gugus asam karboksilat memberi keleluasaan aktivasi melalui reagen kopling karbodiimida atau pembentukan ester aktif, sehingga pereaksi ini mudah diintegrasikan ke dalam alur sintesis yang sudah ada. Ukuran molekulnya yang kecil juga membantu menjaga kelarutan dalam pelarut polar.
Di laboratorium Indonesia, pereaksi ini digunakan oleh kelompok riset kimia medisinal, bioteknologi, imunologi, dan pengembangan alat diagnostik di perguruan tinggi serta industri. Kemasan 50 mg dan 250 mg sesuai untuk pekerjaan konjugasi skala laboratorium yang lazimnya melibatkan jumlah miligram. Pengguna di daerah beriklim lembap perlu menjaga wadah tetap kering karena cincin maleimida rentan terhidrolisis.
- Konjugasi protein melalui residu sistein, karena gugus maleimida bereaksi cepat dan selektif dengan tiol bebas pada kondisi pH mendekati netral.
- Sintesis penghubung untuk konjugat obat-antibodi, sebab kombinasi maleimida dan asam karboksilat memungkinkan perakitan bertahap antara muatan obat dan antibodi pembawa.
- Pelabelan peptida dengan pewarna atau biotin, karena penghubung pendek menjaga jarak antara label dan peptida tetap ringkas sehingga meminimalkan gangguan struktur.
- Imobilisasi biomolekul pada permukaan bermodifikasi amina, sebab gugus karboksilat dapat diaktifkan untuk membentuk ikatan amida yang kuat dengan permukaan tersebut.
- Pembuatan konjugat hapten-protein untuk produksi antibodi, karena pereaksi ini menyediakan jalur terkendali menghubungkan molekul kecil ke protein pembawa imunogenik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25021-08-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Linkers and Crosslinkers |
| Ukuran kemasan | 50 mg, 250 mg |
| Bentuk fisik | padatan; konfirmasikan penampakan melalui Certificate of Analysis lot |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap sesuai anjuran pada label |
Simpan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; penyimpanan dingin dianjurkan untuk menjaga keutuhan cincin maleimida yang rentan terhidrolisis. Biarkan vial menyesuaikan suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Buat larutan kerja dalam pelarut kering seperti dimetil sulfoksida atau dimetilformamida tepat sebelum digunakan, dan hindari penyimpanan larutan dalam dapar berair dalam waktu lama. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium karena senyawa maleimida bersifat iritan. Kelola limbah sesuai prosedur institusi.
- Ashfaq dkk. (2004). Biologically potent organotin(IV) complexes of 2-maleimidoacetic acid. Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/j.jorganchem.2003.10.007
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
