Metolachlor adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan, terutama dalam studi nutrisi dan biologi sel. Sebagai herbisida sintetis, Metolachlor berperan dalam pengujian efektivitas bahan aktif dalam pengendalian gulma. Bahan ini sering digunakan dalam eksperimen yang melibatkan pengaruh senyawa kimia terhadap pertumbuhan tanaman atau aktivitas enzim. Dalam laboratorium, Metolachlor dipilih karena kemampuannya untuk memicu respons biologis yang dapat diukur secara kuantitatif.
Metolachlor memiliki struktur kimia yang stabil dan sifat larut dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai metode analisis. Bahan ini juga memiliki daya reaktivitas yang terkendali, memungkinkan peneliti untuk mengatur dosis secara presisi. Karena sifatnya yang tidak beracun bagi manusia dalam dosis tertentu, Metolachlor menjadi pilihan yang aman untuk eksperimen di laboratorium.
Di Indonesia, Metolachlor sering digunakan dalam penelitian pertanian dan lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk studi tentang dampak bahan kimia pada ekosistem dan pertanian. Dengan ketersediaan yang cukup, Metolachlor menjadi bahan yang populer dalam berbagai bidang ilmu kehidupan.
- Pengujian efektivitas herbisida dalam penelitian pertanian
- Analisis aktivitas enzim pada respons tanaman terhadap senyawa kimia
- Studi dampak lingkungan dari bahan kimia sintetis
- Eksperimen pertumbuhan tanaman di bawah pengaruh senyawa tertentu
- Penelitian nutrisi tanaman dan metabolisme senyawa kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 51218-45-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Metolachlor harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Dalam laboratorium, penggunaan Metolachlor harus dilakukan dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka dan jauh dari area makanan atau minuman.
- Xie dkk. (2010). Enantioselectivity of racemic metolachlor andS-metolachlor in maize seedlings. Journal of Environmental Science and Health, Part B doi:10.1080/03601234.2010.515173
- Wilkinson dkk. (1993). Metolachlor Movement Through Sorghum Seedling Root Plasma-Membranes. Pesticide Biochemistry and Physiology doi:10.1006/pest.1993.1012
- Derr (1993). Wildflower Tolerance to Metolachlor and Metolachlor Combined with Other Broadleaf Herbicides. HortScience doi:10.21273/hortsci.28.10.1023
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
