Masitinib adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan biologi molekuler. Sebagai inhibitor enzim, Masitinib memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim tyrosine kinase, yang berperan penting dalam berbagai proses fisiologis dan patologis. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk meneliti mekanisme aktivitas sel, terutama dalam penelitian kanker dan penyakit autoimun. Masitinib juga digunakan dalam pengembangan obat dan uji toksisitas, karena sifatnya yang spesifik dan efektif.
Masitinib memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan eksperimen biokimia. Selain itu, Masitinib memiliki daya reaktivitas yang tinggi, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi seperti uji aktivitas enzim dan penghambatan pertumbuhan sel. Karena keunggulannya dalam stabilitas dan reaktivitas, Masitinib menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah di Indonesia.
Di laboratorium Indonesia, Masitinib digunakan secara luas dalam penelitian biomedis dan farmakologi. Banyak institusi riset dan universitas menggunakan senyawa ini untuk studi tentang mekanisme penyakit dan pengembangan terapi. Masitinib juga sering digunakan dalam uji laboratorium untuk memahami respons sel terhadap berbagai stimulan, sehingga menjadi alat penting dalam penelitian ilmiah nasional.
- Masitinib digunakan untuk uji aktivitas enzim tyrosine kinase karena kemampuannya menghambat aktivitas enzim secara spesifik.
- Senyawa ini cocok untuk penelitian kanker karena mampu menghambat pertumbuhan sel kanker yang bergantung pada aktivitas tyrosine kinase.
- Masitinib digunakan dalam pengembangan obat karena sifatnya yang dapat diatur dan efektif dalam menghambat jalur sinyal sel.
- Senyawa ini juga digunakan untuk uji toksisitas seluler karena kemampuannya menghambat pertumbuhan sel secara terkendali.
- Masitinib sering digunakan dalam penelitian penyakit autoimun karena mampu menghambat aktivitas sel T dan B yang berlebihan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 790299-79-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Masitinib harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan. Karena bentuknya yang serbuk kristalin, senyawa ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk mengenakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kontaminasi atau kebocoran.
- &NA; (2012). Masitinib. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-201214090-00100
- Kocic dkk. (2014). Neuroprotective effect of masitinib in rats with postischemic stroke. Naunyn-Schmiedeberg's Archives of Pharmacology doi:10.1007/s00210-014-1061-6
- Moss (2017). Masitinib Offers a Novel Treatment for the Symptoms Associated With Systemic Mastocytosis. The Hematologist doi:10.1182/hem.v14.2.7117
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.