Metyrosine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam penelitian tentang peptida dan metabolisme. Produk ini termasuk dalam kategori Peptide Chemistry, yang menjadikannya penting untuk penelitian yang melibatkan sintesis dan analisis senyawa-senyawa berbasis asam amino. Metyrosine memiliki peran khusus dalam studi tentang enzim dan reaksi kimia yang terkait dengan proses biologis.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai molekul membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai aplikasi laboratorium. Metyrosine juga memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan peneliti untuk menguji reaktivitasnya dalam berbagai lingkungan kimia. Sifat ini menjadikannya sangat relevan dalam penelitian tentang modifikasi peptida dan sintesis senyawa organik.
Di laboratorium Indonesia, Metyrosine digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan biokimia, farmakologi, dan teknologi kesehatan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium riset universitas dan lembaga penelitian, terutama yang fokus pada pengembangan obat dan studi metabolisme. Ketersediaannya memudahkan peneliti untuk menjalankan eksperimen yang memerlukan senyawa ini secara langsung.
- Metyrosine digunakan dalam sintesis peptida untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
- Bahan ini cocok untuk studi tentang enzim dan mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan biologis.
- Metyrosine sering dimanfaatkan dalam penelitian metabolisme asam amino dan aktivitas biologis senyawa organik.
- Produk ini bisa digunakan dalam pengujian aktivitas farmakologis senyawa baru yang berkaitan dengan peptida.
- Metyrosine juga relevan dalam penelitian tentang efek toksikologi dan interaksi senyawa dalam tubuh manusia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 672-87-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Metyrosine harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan sejuk sangat dianjurkan. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam proses penggunaan dan pembuatan larutan. Pastikan penggunaan dilakukan di bawah kondisi laboratorium yang aman, dengan pengawasan dan perlindungan yang memadai.
- Steinsapir (1997). Metyrosine and Pheochromocytoma. Archives of Internal Medicine doi:10.1001/archinte.1997.00440290087009
- Levine dkk. (2005). Abstract #712: Metyrosine in the Treatment of Pheochromocytoma. Endocrine Practice doi:10.1016/s1530-891x(20)43602-x
- Fernando dkk. (2025). SUN-499 Metyrosine: An Unconventional Approach to Managing a Pheochromocytoma. Journal of the Endocrine Society doi:10.1210/jendso/bvaf149.463
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
