Mephenytoin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan biofarmaka. Sebagai bahan reagen, Mephenytoin memiliki peran penting dalam pengujian obat dan analisis kimia. Senyawa ini sering digunakan untuk mengevaluasi efek farmakologis dan toksisitas obat, serta dalam penelitian tentang metabolisme obat di tubuh manusia. Dalam laboratorium, Mephenytoin digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai standar untuk analisis kuantitatif.
Mephenytoin memiliki sifat kimia stabil dan mudah terlarut dalam pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk berbagai eksperimen kimia dan farmakologi. Senyawa ini juga memiliki struktur molekul yang jelas dan dapat diidentifikasi dengan metode analitik seperti spektroskopi UV-Vis atau kromatografi. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis kecil, Mephenytoin sering dipilih untuk penelitian yang memerlukan keamanan tinggi.
Di laboratorium Indonesia, Mephenytoin digunakan dalam berbagai penelitian terkait farmakologi, farmasi, dan kimia medis. Bahan ini sangat relevan untuk institusi penelitian dan universitas yang fokus pada pengembangan obat baru atau analisis kualitas obat. Mephenytoin juga menjadi bahan penting dalam program penelitian yang memerlukan standar kimia yang akurat dan terpercaya.
Brosur TCI (PDF)
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 46
- Mephenytoin digunakan dalam penelitian farmakologi untuk mengevaluasi efek obat terhadap sistem saraf.
- Senyawa ini cocok untuk analisis kuantitatif dalam laboratorium kimia karena sifatnya yang stabil dan mudah terdeteksi.
- Mephenytoin sering dipakai dalam uji toksisitas untuk menilai dampak obat pada organ tubuh.
- Bahan ini digunakan dalam sintesis senyawa farmakologis sebagai bahan baku utama.
- Mephenytoin menjadi standar dalam uji kualitas obat untuk memastikan keakuratan dan konsistensi hasil.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50-12-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 10mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Mephenytoin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang laboratorium dengan suhu kamar dan kelembapan rendah. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, namun tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu gunakan sarung tangan dan masker saat mengambil atau memproses bahan ini.
- Buchwald (2000). Mephenytoin Overdose—Phenytoin Poisoning Incognito? Case Report and Mephenytoin/Phenytoin Comparison. Journal of Toxicology: Clinical Toxicology doi:10.1081/clt-100102392
- Tybring dkk. (1997). An S-mephenytoin cysteine conjugate identified in urine of extensive but not of poor metabolizers of S-mephenytoin. Pharmacogenetics doi:10.1097/00008571-199710000-00003
- Andersson dkk. (1990). Slow Omeprazole Metabolizers Are Also Poor S-Mephenytoin Hydroxylators. Therapeutic Drug Monitoring doi:10.1097/00007691-199007000-00020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

