Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 16112-21-3

2-(p-Tolyl)benzo[d]thiazole TCI M3916

2-(p-Tolyl)benzo[d]thiazole TCI M3916

Identitas Kimia

No. CAS
16112-21-3
Kemurnian
>98.0%(GC)
Harga reguler Rp 1.724.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.724.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3916 2-(p-Tolyl)benzo[d]thiazole adalah senyawa heterosiklik yang menggabungkan inti benzotiazol dengan cincin aromatik bergugus metil pada posisi para. Benzotiazol sendiri merupakan kerangka yang sangat dikenal dalam kimia organik karena menggabungkan atom nitrogen dan belerang dalam satu cincin lima anggota yang menyatu dengan benzena. Di laboratorium, senyawa ini banyak dipakai sebagai substrat model dalam penelitian katalisis, sebagai ligan siklometalasi, dan sebagai kerangka dasar bahan berpendar untuk penelitian material optoelektronik.

Sifat yang membuatnya bernilai adalah sistem terkonjugasi antara cincin benzotiazol dan cincin aril yang menghasilkan serapan ultraviolet serta emisi fluoresensi yang kuat. Atom nitrogen pada cincin tiazol bertindak sebagai pendonor elektron yang mengikat pusat logam, sementara cincin tolil menyediakan ikatan karbon-hidrogen aromatik yang mudah diaktifkan, sehingga kombinasi keduanya membentuk pasangan pengarah dan sasaran yang ideal bagi reaksi siklometalasi. Gugus metil pada posisi para juga menjadi titik fungsionalisasi benzilik tersendiri. Senyawa ini berwujud padatan pada suhu ruang dengan stabilitas yang baik pada penyimpanan biasa.

Di Indonesia, senyawa golongan benzotiazol banyak dijumpai pada penelitian sintesis heterosiklik, pengembangan sensor fluoresen, dan kajian katalis logam transisi di perguruan tinggi serta lembaga riset. Kemasan 200 miligram dan 1 gram sangat sesuai untuk penelitian skala kecil, pembuatan kompleks logam dalam jumlah terbatas, maupun keperluan sebagai senyawa pembanding pada analisis spektroskopi. Pilihan dua ukuran ini memudahkan laboratorium menyesuaikan pengadaan dengan kebutuhan percobaan yang sedang berjalan.

  • Ligan siklometalasi: pasangan nitrogen pendonor dan ikatan C-H aril menjadikannya ligan klasik untuk kompleks iridium maupun platina pada penelitian material pemancar cahaya.
  • Substrat model aktivasi ikatan C-H: banyak dipakai menguji katalis paladium, rodium, dan rutenium karena pola pengarahan reaksinya sudah sangat dipahami peneliti.
  • Pengembangan probe fluoresen: sistem terkonjugasi benzotiazol-aril memberikan emisi kuat yang berguna pada perancangan sensor kimia dan penanda optik.
  • Bahan awal sintesis heterosiklik lanjut: gugus metil benzilik pada cincin tolil dapat dioksidasi atau difungsionalisasi menuju turunan yang lebih kompleks.
  • Senyawa acuan validasi metode: berguna sebagai pembanding pada pengembangan metode kromatografi maupun karakterisasi spektroskopi senyawa benzotiazol tersubstitusi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 16112-21-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai keterangan label pemasok

Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung, karena senyawa berpendar sebaiknya dijauhkan dari paparan cahaya berlebih selama penyimpanan jangka panjang. Hindari kelembapan tinggi serta penyimpanan berdampingan dengan oksidator kuat dan asam pekat. Untuk kemasan berukuran kecil, gunakan neraca analitik dan spatula mikro yang bersih agar bahan tidak terbuang maupun terkontaminasi. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta bekerja di ruang berventilasi baik atau lemari asam ketika menangani serbuk halus. Selalu rujuk lembar data keselamatan bahan dari pemasok sebelum pemakaian.

—