5-Methylchrysene dengan nomor CAS 3697-24-3 adalah hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang tersusun dari kerangka krisena beranggota empat cincin benzena terkondensasi dengan satu gugus metil pada posisi 5. Di laboratorium, senyawa ini terutama berperan sebagai senyawa rujukan dan bahan awal terkarakterisasi untuk riset kimia lingkungan, toksikologi, dan analisis instrumental. Kelompok PAH termetilasi seperti ini menjadi perhatian besar karena terbentuk dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar, biomassa, dan tembakau, sehingga kerap muncul sebagai kontaminan pada sampel udara, tanah, sedimen, dan pangan.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah struktur aromatik yang sangat terkonjugasi, stabil, hidrofobik, dan berfluoresensi. Sistem elektron pi yang luas menghasilkan spektrum serapan ultraviolet dan emisi fluoresensi yang khas, sehingga senyawa ini mudah dideteksi secara sensitif dengan HPLC berdetektor fluoresensi maupun GC-MS. Kelarutannya sangat rendah dalam air namun baik dalam pelarut organik nonpolar seperti toluena dan diklorometana, sebuah karakter yang menjadi dasar prosedur ekstraksi sampel lingkungan. Posisi gugus metil pada kerangka krisena juga menjadikan senyawa ini objek penting dalam studi hubungan struktur dan aktivitas biologis PAH termetilasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dipakai pada riset pemantauan kualitas udara dan air, kajian pencemaran sedimen di wilayah pesisir dan sungai, serta pengembangan metode analisis PAH di laboratorium lingkungan dan perguruan tinggi. Kemasan 100 mg dan 500 mg sesuai dengan kebutuhan pembuatan larutan induk standar yang lazimnya dipakai dalam jumlah sangat kecil namun menuntut akurasi tinggi.
- Standar analisis PAH: dipakai untuk menyiapkan larutan induk dan kurva kalibrasi pada penetapan kadar hidrokarbon aromatik polisiklik dengan GC-MS maupun HPLC.
- Validasi metode laboratorium lingkungan: berperan sebagai senyawa uji untuk mengukur perolehan kembali, batas deteksi, dan presisi prosedur ekstraksi sampel tanah atau sedimen.
- Riset toksikologi dan biotransformasi: menjadi senyawa model untuk mempelajari jalur metabolisme PAH termetilasi serta pembentukan adduct pada penelitian dasar.
- Studi fotokimia dan fluoresensi: sistem aromatik terkonjugasinya dipakai untuk mengamati perilaku emisi, pemadaman fluoresensi, dan fotodegradasi senyawa aromatik di media berbeda.
- Kajian pencemaran udara dan pembakaran: dipakai sebagai penanda sumber untuk menelusuri kontribusi pembakaran biomassa atau bahan bakar fosil pada sampel partikulat.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3697-24-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 500 mg |
| Bentuk fisik | padatan kristalin hidrokarbon aromatik polisiklik |
| Penyimpanan | simpan terlindung cahaya, sejuk, dan kering dalam wadah tertutup rapat |
Senyawa ini termasuk hidrokarbon aromatik polisiklik yang harus diperlakukan sebagai bahan berbahaya dengan potensi karsinogenik, sehingga penanganannya wajib dilakukan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium tertutup. Hindari pembentukan debu saat menimbang, dan sebaiknya buat larutan induk langsung di dalam wadah aslinya bila memungkinkan. Simpan di tempat sejuk, kering, gelap, dan tertutup rapat karena PAH peka terhadap cahaya. Semua limbah, sarung tangan, dan peralatan terkontaminasi harus dibuang melalui jalur limbah B3 sesuai prosedur laboratorium.
- Myers dkk. (1991). Metabolism of chrysene, 5-methylchrysene, 6-methylchrysene and 5,6-dimethylchrysene in rat liver cytosol, in vitro, and in rat subcutaneous tissue, in vivo. Chemico-Biological Interactions doi:10.1016/0009-2797(91)90074-h
- KUMAR (1999). ChemInform Abstract: A New Efficient Route to the Phenolic Derivatives of Chrysene and 5‐Methylchrysene, Precursors to Dihydrodiol and Diol Epoxide Metabolites of Chrysene and 5‐Methylchrysene, Through Suzuki Cross‐Coupling Reaction.. ChemInform doi:10.1002/chin.199911115
- Kumar (1998). A new efficient route to the phenolic derivatives of chrysene and 5-methylchrysene, precursors to dihydrodiol and diol epoxide metabolites of chrysene and 5-methylchrysene, through Suzuki cross-coupling reaction. Journal of the Chemical Society, Perkin Transactions 1 doi:10.1039/a805502e
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
