Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 86-55-5

1-Naphthoic Acid TCI N0024

1-Naphthoic Acid TCI N0024

Identitas Kimia

No. CAS
86-55-5
PubChem
CID 6847·SID 87573435
Rumus molekul
C11H8O2
Berat molekul
172.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
naphthalene-1-carboxylic acid
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=CC=C2C(=O)O
InChIKey
LNETULKMXZVUST-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.326.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.326.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1-Naphthoic Acid atau asam 1-naftoat adalah asam karboksilat aromatik dengan gugus karboksil terikat pada posisi alfa kerangka naftalena. Senyawa ini merupakan blok pembangun serbaguna dalam sintesis organik karena gugus karboksilnya dapat diubah menjadi berbagai gugus fungsi turunan, mulai dari ester, amida, klorida asam, hingga alkohol dan aldehida. Kerangka naftalena yang besar memberikan sifat hidrofobik dan kekakuan struktural yang sering diperlukan ketika peneliti merancang molekul dengan interaksi tumpukan aromatik. Di laboratorium, senyawa ini juga berguna sebagai bahan baku ligan dan sebagai senyawa pembanding pada berbagai kajian analitik.

Sifat yang menjadikannya banyak dipilih adalah keasaman gugus karboksilat yang memungkinkan pembentukan garam larut air, dipadukan dengan inti naftalena yang kuat menyerap sinar ultraviolet dan mampu berpendar. Perbedaan posisi substitusi alfa dibandingkan isomer beta memberikan geometri dan halangan sterik yang berbeda, sehingga asam 1-naftoat kerap dipilih secara khusus ketika penelitian menuntut sudut ikatan atau kerapatan susunan tertentu, misalnya pada perancangan kerangka logam-organik. Sebagai padatan kristalin yang stabil pada suhu ruang, bahan ini mudah ditimbang, dimurnikan ulang melalui rekristalisasi, dan disimpan dalam jangka panjang.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya pada penelitian sintesis organik, kimia material berpori, kimia koordinasi, serta pengembangan metode analisis kromatografi. Kemasan 25 g cukup untuk mendukung rangkaian percobaan optimasi reaksi maupun pembuatan beberapa turunan sekaligus dalam satu proyek penelitian. Kejelasan identitas produk dan nomor katalog TCI membantu dokumentasi bahan pada laporan penelitian, proposal hibah, dan penulisan bagian metode publikasi ilmiah.

  • Bahan awal sintesis amida dan ester naftoat, karena gugus karboksilnya mudah diaktifkan lalu direaksikan dengan amina maupun alkohol pada kondisi standar laboratorium.
  • Ligan penyusun kerangka logam-organik, sebab gugus karboksilat merupakan penghubung klasik yang mengikat kuat pada klaster logam dan membentuk struktur berpori teratur.
  • Senyawa pembanding pada pengembangan metode kromatografi, karena serapan ultravioletnya kuat dan perilaku retensinya pada kolom fase terbalik cukup dapat diprediksi.
  • Blok pembangun pada penelitian kimia medisinal, mengingat kerangka naftalena kerap dipakai untuk menambah sifat lipofilik pada kandidat molekul yang sedang dikaji.
  • Bahan uji pada penelitian katalisis dan dekarboksilasi, sebab struktur asam aromatiknya sederhana namun cukup mewakili perilaku asam karboksilat aromatik bercincin ganda.

Merek TCI, nomor katalog N0024
Nomor CAS 86-55-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan pada suhu ruang terkendali dalam wadah tertutup rapat dan kering

Simpan bahan di rak bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, dalam wadah asli yang tertutup rapat serta terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi, dan pisahkan dari bahan yang mudah terpengaruh asam. Saat menimbang, gunakan sendok kering dan hindari pembentukan debu halus yang dapat terhirup atau mengiritasi mata; sebaiknya lakukan di lemari asam atau meja berventilasi. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Bersihkan tumpahan secara mekanis, kumpulkan sebagai limbah kimia padat, lalu cuci tangan setelah bekerja.

  • FITZGERALD dkk. (1994). ChemInform Abstract: Redetermination of the Structures of 1‐Naphthoic Acid and 2‐Naphthoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199407036
  • Eom dkk. (2012). Detection of 1,4-Dihydroxy-2-Naphthoic Acid from Commercial Makgeolli Products. Preventive Nutrition and Food Science doi:10.3746/pnf.2012.17.1.083
  • Deveryshetty dkk. (2010). Biodegradation of phenanthrene by Alcaligenes sp. strain PPH: partial purification and characterization of 1-hydroxy-2-naphthoic acid hydroxylase. FEMS Microbiology Letters doi:10.1111/j.1574-6968.2010.02079.x

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.