Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 93-09-4

2-Naphthoic Acid TCI N0025

2-Naphthoic Acid TCI N0025
Harga reguler Rp 743.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 743.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Naphthoic Acid atau asam 2-naftoat adalah isomer beta dari asam naftoat, dengan gugus karboksil terikat pada posisi kedua kerangka naftalena. Susunan ini menghasilkan molekul yang lebih linier dan lebih sedikit terhalang secara sterik dibandingkan isomer alfa, sehingga sering menjadi pilihan utama ketika peneliti membutuhkan penghubung aromatik yang panjang dan terarah. Di laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan awal sintesis turunan ester dan amida, sebagai ligan karboksilat pada kimia koordinasi, serta sebagai komponen penyusun molekul berkonjugasi untuk penelitian material organik.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih meliputi kestabilan padatannya pada suhu ruang, kemudahan pemurnian melalui rekristalisasi, serta perilaku asam-basa yang dapat diprediksi sehingga mudah dipisahkan dari campuran netral melalui ekstraksi asam-basa sederhana. Inti naftalena menyumbang serapan ultraviolet kuat dan sifat pendaran yang berguna pada penelitian fotofisika maupun sebagai sarana deteksi analitik. Geometri linier gugus karboksilatnya sangat dihargai pada perancangan kerangka logam-organik dan polimer koordinasi, karena arah ikatan yang teratur memudahkan pembentukan jaringan berpori dengan struktur yang dapat diramalkan.

Di Indonesia, bahan ini digunakan pada penelitian sintesis organik, kimia material, dan pengembangan metode analisis di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Tersedianya kemasan 5 g, 25 g, dan 100 g memberi keleluasaan memilih ukuran yang sesuai, mulai dari percobaan penjajakan skala kecil hingga sintesis berulang yang memerlukan pasokan stabil. Pilihan ini membantu laboratorium mengelola anggaran bahan sekaligus menekan risiko bahan tersimpan terlalu lama tanpa terpakai.

  • Penyusun kerangka logam-organik dan polimer koordinasi, karena gugus karboksilat pada posisi beta memberikan arah ikatan linier yang menghasilkan jaringan berpori teratur.
  • Bahan awal sintesis amida dan ester aromatik, sebab gugus karboksilnya mudah diaktifkan menggunakan pereaksi kopling standar yang umum tersedia di laboratorium sintesis.
  • Senyawa acuan pada kalibrasi kromatografi cair, karena serapan ultravioletnya kuat, kemurniannya konsisten, dan perilaku retensinya stabil pada kolom fase terbalik.
  • Blok pembangun molekul berpendar, mengingat inti naftalena yang terkonjugasi memberikan sifat serapan dan emisi yang dapat disetel melalui modifikasi gugus substituen.
  • Bahan model pada kajian ekstraksi asam-basa, sebab sifat asam lemahnya memungkinkan mahasiswa mempelajari pemisahan berdasarkan pembentukan garam secara jelas.

Merek TCI, nomor katalog N0025
Nomor CAS 93-09-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g, 25 g, 100 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan pada suhu ruang terkendali, wadah tertutup rapat, tempat kering dan berventilasi

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada rak bahan kimia yang kering, sejuk, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas. Pisahkan penyimpanannya dari basa kuat dan bahan pengoksidasi untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan. Gunakan sendok kering dan bersih saat menimbang, serta hindari penyebaran debu halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mata; penimbangan sebaiknya dilakukan di ruang berventilasi baik atau lemari asam. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Kumpulkan sisa dan tumpahan sebagai limbah kimia padat sesuai prosedur laboratorium.

  • Deveryshetty dkk. (2010). Biodegradation of phenanthrene by Alcaligenes sp. strain PPH: partial purification and characterization of 1-hydroxy-2-naphthoic acid hydroxylase. FEMS Microbiology Letters doi:10.1111/j.1574-6968.2010.02079.x
  • FITZGERALD dkk. (1994). ChemInform Abstract: Redetermination of the Structures of 1‐Naphthoic Acid and 2‐Naphthoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199407036
  • Anary‐Abbasinejad dkk. (2008). ChemInform Abstract: Three‐Component Reaction Between 3‐Hydroxy‐2‐naphthoic Acid, Aromatic Aldehydes and Acetonitrile in the Presence of Chlorosulfonic Acid: Synthesis of 4‐(Acetylaminoarylmethyl)‐3‐hydroxy‐2‐naphthoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.200835092

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.