Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 145-50-6

p-Naphtholbenzein TCI N0028

p-Naphtholbenzein TCI N0028

Identitas Kimia

No. CAS
145-50-6
Rumus molekul
C27H18O2
Berat molekul
374.4 g/mol
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-[(4-hydroxynaphthalen-1-yl)-phenylmethylidene]naphthalen-1-one
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(=C2C=CC(=O)C3=CC=CC=C23)C4=CC=C(C5=CC=CC=C54)O
InChIKey
VDDWRTZCUJCDJM-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 67352
Harga reguler Rp 3.870.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.870.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

p-Naphtholbenzein adalah senyawa organik berwarna yang digunakan terutama sebagai indikator asam-basa di laboratorium analitik. Senyawa ini tergolong indikator trifenilmetana dengan gugus naftol, sehingga struktur elektroniknya berubah ketika lingkungan keasamannya berubah, dan perubahan itu tampak sebagai pergeseran warna yang jelas bagi mata. Peranannya di laboratorium adalah menandai titik akhir titrasi, khususnya pada titrasi yang tidak dapat memakai indikator berair biasa. Indikator ini dikenal luas pada praktik titrasi non-akuatik, yakni titrasi yang dilakukan dalam pelarut organik seperti asam asetat glasial.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah perubahan warna yang tegas dan kontras pada medium tidak berair, tempat banyak indikator konvensional gagal bekerja karena tidak larut atau tidak menunjukkan transisi yang jelas. Kemampuannya larut dalam pelarut organik menjadikannya pasangan alami bagi titrasi basa lemah menggunakan asam perklorat dalam asam asetat glasial, prosedur baku pada analisis bahan baku farmasi. Sebagai padatan, indikator ini biasanya dilarutkan terlebih dahulu menjadi larutan indikator berkonsentrasi rendah, sehingga satu kemasan dapat menopang pemakaian dalam waktu cukup panjang.

Di Indonesia, p-naftolbenzein banyak dipakai pada laboratorium pengawasan mutu industri farmasi, laboratorium pengujian bahan baku, serta praktikum kimia analitik lanjut di perguruan tinggi yang mengajarkan titrasi non-akuatik. Kemasan 25 g memadai untuk pembuatan larutan indikator dalam jumlah besar dan pemakaian rutin berulang, karena kebutuhan per titrasi umumnya hanya beberapa tetes larutan indikator saja.

  • Indikator titrasi non-akuatik, karena senyawanya larut dalam pelarut organik dan memberikan perubahan warna tegas saat titrasi basa lemah menggunakan asam perklorat.
  • Penetapan kadar bahan baku farmasi, sebab banyak monografi memerlukan titrasi dalam asam asetat glasial yang menuntut indikator dengan transisi warna jelas.
  • Indikator asam-basa pada sistem berair tertentu, karena perubahan warnanya terjadi di daerah basa lemah sehingga melengkapi indikator dengan rentang berbeda.
  • Pembuatan larutan indikator siap pakai di laboratorium, mengingat padatannya mudah dilarutkan lalu disimpan dalam botol penetes untuk pemakaian rutin sehari-hari.
  • Pelatihan dan praktikum kimia analitik lanjut, sebab penggunaannya memperkenalkan mahasiswa pada konsep keasaman dalam pelarut bukan air secara langsung dan praktis.

Merek TCI, nomor katalog N0028
Nomor CAS 145-50-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan berwarna
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dalam wadah tertutup rapat

Simpan indikator dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa berwarna umumnya peka terhadap paparan cahaya berkepanjangan. Larutan indikator yang telah dibuat sebaiknya disimpan dalam botol penetes berwarna gelap, diberi label tanggal pembuatan, dan diperiksa secara berkala terhadap perubahan warna atau endapan sebelum digunakan pada titrasi penting. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata saat menimbang padatan, serta hindari terhirupnya debu halus. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan buang sisa larutan sebagai limbah kimia sesuai prosedur.

  • Özçeşmeci (2014). Synthesis, photophysical and photochemical properties of metal-free and zinc(II) phthalocyanines bearing α-naphtholbenzein units. Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/j.jorganchem.2014.05.015
  • LENZE dkk. (1995). ChemInform Abstract: 4‐((4‐Hydroxy‐1‐naphthyl)phenylmethylen)‐1(4H)‐naphthalinone ‐ The Indicator Substance from “α‐Naphtholbenzein”. Part 1. Benzeines.. ChemInform doi:10.1002/chin.199524106
  • Sağlam dkk. (2016). Electrochemical and in situ spectroelectrochemical properties of metal-free and metallophthalocyanines containing α-naphtholbenzein groups on the peripheral positions. Transition Metal Chemistry doi:10.1007/s11243-016-0059-y

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.