Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 135-55-7

Sodium 2-Naphthol-7-sulfonate TCI N0036

Sodium 2-Naphthol-7-sulfonate TCI N0036

Identitas Kimia

No. CAS
135-55-7
PubChem
CID 23667647·SID 87573446
Rumus molekul
C10H7NaO4S
Berat molekul
246.22 g/mol
Kemurnian
>90.0%(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
sodium 7-hydroxynaphthalene-2-sulfonate
SMILES
C1=CC(=CC2=C1C=CC(=C2)S(=O)(=O)[O-])O.[Na+]
InChIKey
IVXSQYUPCUOMRV-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 1.749.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.749.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0036 Sodium 2-Naphthol-7-sulfonate dengan nomor CAS 135-55-7 adalah garam natrium dari asam 2-naftol-7-sulfonat, isomer yang dalam literatur zat warna klasik dikenal sebagai turunan asam F. Senyawa ini melengkapi jajaran naftolsulfonat yang digunakan sebagai komponen kopling, dengan pola substitusi yang memberikan karakter warna dan kelarutan berbeda dari isomer 6-sulfonat. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai blok pembangun aromatik larut air yang siap direaksikan, sekaligus sebagai bahan pembanding dalam studi pengaruh posisi gugus sulfonat terhadap perilaku reaksi dan sifat produk.

Keunggulan senyawa ini terletak pada gugus sulfonat yang menjamin kelarutan tinggi dalam media berair, gugus hidroksil naftol yang tetap aktif untuk reaksi kopling azo, serta bentuk garam padat yang stabil dan mudah ditangani. Peneliti memilih isomer 7-sulfonat ketika membutuhkan geometri molekul tertentu pada produk akhir, misalnya untuk mengatur rona warna, kelarutan pewarna, atau afinitasnya terhadap serat. Mutu yang konsisten dari TCI membantu menjaga agar perbedaan hasil antar-percobaan benar-benar berasal dari variabel yang diteliti, bukan dari keragaman bahan awal yang dipakai.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan ini pada penelitian kimia organik sintetik, kajian zat warna dan pigmen, serta pengembangan metode analisis berbasis pembentukan warna. Kemasan 25 g sangat sesuai dengan pola pemakaian riset yang menggunakan bahan dalam jumlah miligram hingga gram per percobaan, sehingga bahan tetap segar sepanjang periode penelitian. Ukuran ini juga memudahkan pengelolaan inventaris bahan kimia dan mengurangi limbah bahan kedaluwarsa di lemari penyimpanan.

  • Komponen kopling pada sintesis zat warna azo: menghasilkan pewarna dengan rona dan kelarutan yang berbeda dari isomer naftolsulfonat lain sebagai pembanding.
  • Kajian hubungan posisi substituen dan sifat warna: dipakai berdampingan dengan isomer lain untuk memetakan pengaruh letak sulfonat pada serapan.
  • Bahan antara sintesis organik bertingkat: kerangka naftalena tersulfonasi siap pakai memangkas tahap persiapan sehingga penelitian dapat berjalan lebih cepat.
  • Penyiapan larutan pereaksi berbasis air: kelarutan tinggi memudahkan pembuatan larutan stok yang stabil untuk percobaan kopling maupun uji kolorimetri.
  • Pengajaran kimia zat warna: memberi mahasiswa pengalaman langsung membandingkan hasil kopling dari beberapa isomer naftolsulfonat dalam satu rangkaian praktikum.

Merek TCI
Nomor CAS 135-55-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan (serbuk atau kristal)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Letakkan wadah pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, serta oksidator kuat. Tutup rapat botol segera setelah penimbangan karena garam sulfonat mudah menyerap uap air pada udara lembap, yang membuat serbuk menggumpal dan berpotensi mengubah hasil penimbangan. Gunakan spatula kering dan bersih untuk setiap pengambilan agar tidak terjadi kontaminasi silang antar bahan. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan, dan pelindung mata, serta bersihkan tumpahan padatan secara kering sebelum membilas area kerja.

—